Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sering Gurah Mesin Mobil Bikin Rusak? Ini 5 Bahaya yang Harus Diwaspadai

Satrio Jati • Minggu, 6 Juli 2025 | 14:17 WIB
SESUAIKAN SPEK MOBIL: Memilih tipe oli mesin sesuai dengan spesifikasi kendaraan mampu menjaga performa dan keawetan mesin mobil.
SESUAIKAN SPEK MOBIL: Memilih tipe oli mesin sesuai dengan spesifikasi kendaraan mampu menjaga performa dan keawetan mesin mobil.

Jawa Pos Radar Madiun – Gurah mesin atau engine flushing kini semakin populer di kalangan pemilik mobil.

Proses ini diyakini mampu mengembalikan performa mesin dengan cara membersihkan kerak karbon, lumpur oli, hingga kotoran sisa pembakaran dari ruang dalam mesin.

Namun tahukah Anda, gurah mesin yang dilakukan terlalu sering atau tanpa pengawasan ahli justru bisa menimbulkan kerusakan fatal?

Banyak bengkel mulai mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak sembarangan melakukan prosedur ini.

Beberapa efek negatif dari gurah mesin yang dilakukan berlebihan di antaranya adalah kerusakan pada seal dan paking karet, yang berujung pada kebocoran oli atau cairan pendingin.

Hal ini disebabkan oleh sifat abrasif dari cairan engine flush yang mampu melarutkan kerak, namun juga bisa melunturkan elastisitas seal.

Tak hanya itu, dalam banyak kasus, kerak karbon yang dianggap kotor justru menutup celah mikro di mesin yang sudah aus.

Ketika kerak ini dibersihkan total, celah terbuka dan komponen seperti ring piston dan bearing menjadi lebih cepat aus, karena longgar.

Risiko lain yang cukup gawat adalah tersumbatnya saluran oli.

Ketika kerak yang terlalu banyak rontok, dan filter oli tidak mampu menyaring semuanya, potensi penyumbatan pun meningkat.

Ini bisa mengganggu sirkulasi pelumas dan mempercepat kerusakan mesin akibat pelumasan yang tidak optimal.

Beberapa cairan pembersih mesin juga disebut bisa menipiskan lapisan pelindung pada permukaan logam, menjadikan komponen dalam mesin lebih rentan terhadap korosi dan aus dini.

Dan yang tak kalah penting: biaya gurah mesin tidak murah, dan jika tidak benar-benar dibutuhkan, hanya akan membuang uang percuma.

Kapan Gurah Mesin Sebaiknya Dilakukan?

Gurah mesin bukanlah perawatan rutin seperti ganti oli atau servis berkala. Proses ini sebaiknya dilakukan hanya dalam kondisi tertentu, seperti:

Mesin sudah menempuh jarak sangat jauh (di atas 100.000 km) dan belum pernah dibersihkan.

Performa mesin turun drastis, suara kasar, atau tarikan berat akibat penumpukan kerak.

Membeli mobil bekas dengan riwayat servis tidak jelas.

Ingin beralih dari oli mineral ke oli sintetis penuh yang komposisinya sangat berbeda.

Selalu perhatikan rekomendasi dari pabrikan kendaraan, dan pilih produk engine flush dari merek yang sudah terpercaya.

Jika ragu, konsultasikan ke bengkel resmi atau mekanik langganan sebelum memutuskan untuk melakukan gurah mesin. (rio)

Editor : Mizan Ahsani
#bahaya #gurah #mesin mobil #risiko #oli #ganti oli