Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mengenal Komunitas Panasbung Kota Madiun

Administrator • Senin, 1 Juli 2019 | 17:50 WIB
KOMPAK: Sejumlah anggota Komunitas Panasbung berfoto bersama di salah satu sudut alun-alun Kota Madiun.
KOMPAK: Sejumlah anggota Komunitas Panasbung berfoto bersama di salah satu sudut alun-alun Kota Madiun.

Mereka berkeliling Kota Madiun setiap Jumat malam. Membagikan puluhan nasi bungkus secara cuma-cuma. Sebagai wujud rasa bersyukur.


--------------


NILAM RIFIA S.-ANDI C., Madiun


BELASAN orang malam itu bergerombol di sekitar pos polisi alun-alun Kota Madiun. Dua di antaranya menenteng kantong kresek besar warna hitam berisi nasi bungkus. Sedangkan dua lainnya membawa kardus air mineral kemasan gelas.


Setelah semuanya datang, belasan member komunitas Pasukan Nasi Bungkus (Panasbung) itu duduk melingkar. Lalu, memindahkan nasi bungkus di kresek besar ke kantong serupa yang ukurannya lebih kecil. ‘’Mau dibagikan ke tunawisma dan tukang becak,’’ kata Febrian Wismoyo Nasrullah, salah seorang anggota Panasbung.


Aktivitas bagi-bagi makanan itu dilakukan saban Jumat malam. Para anggota Panasbung berbagi tugas berkeliling jalan protokol di kawasan kota untuk menemukan sasaran. ‘’Bisanya pukul 20.00–21.00 kumpul dulu di alun-alun,’’ kata Anas, sapaan akrab Febrian Wismoyo Nasrullah.


Panasbung terbentuk lima bulan lalu. Perintisnya tujuh orang. Di antaranya, Anas, Elvi Dwi Lestari, Imelda Jacknis, dan Clara Tristian. Ikatan pertemanan sejak saat masih sekolah membuat tidak sulit bagi mereka menyatukan ide membentuk sebuah komunitas. ‘’Terinspirasi komunitas serupa waktu kami kuliah,’’ papar pemuda 24 tahun itu.


Dana operasional awalnya hanya bersumber dari uang pribadi anggota. Mereka merogoh kocek dengan nominal tertentu. Ada juga yang menyumbang lauk pauk. ‘’Kami juga share kegiatan di medsos (media sosial, Red). Dari situ ada yang tertarik untuk ikut berbagi dan berdonasi,’’ ungkapnya.


Mereka sengaja menjadwal persiapan nasi bungkus dan air mineral secara bergantian setiap minggu. Saat aksi perdana kala itu, Anas dkk menyiapkan 35 nasi bungkus. ‘’Belum berani banyak-banyak, takut tidak habis,‘’ ujar pemuda yang berprofesi sebagai guru ini.


Masih segar di ingatan Anas, kala itu dirinya dan enam rekannya berburu sasaran di sebuah ruas jalan menggunakan empat motor. Kurang dari satu jam, nasi bungkus pun habis dibagi-bagikan. ‘’Ternyata banyak yang belum kebagian. Akhirnya minggu berikutnya nasi dan air mineralnya kami tambah,’’ imbuhnya.


Sejak itu, dalam setiap aksinya mereka menyiapkan 60 hingga 100 nasi bungkus. Sementara, rutenya ditambah menjadi empat. ‘’Total anggotanya sekarang 25 orang. Kebanyakan sudah kerja. Ada juga yang masih SMA,’’ imbuh Elvi, member Panasbung lainnya.


Pengalaman kurang mengenakkan sempat dialami Elvi dkk saat hendak berbagi nasi bungkus beberapa waktu lalu. Kala itu sedang turun hujan deras. Mereka yang awalnya berkumpul di dekat pos polisi akhirnya pindah ke pendapa sisi utara alun-alun.


Apes, tidak jauh dari mereka terdapat beberapa pria sedang dalam pengaruh alkohol. Tak ingin diganggu, Elvi dkk memutuskan nekat berangkat meski hujan masih turun cukup deras. Malam itu mereka juga kesulitan menemukan sasaran. Baru sekitar pukul 24.00 jatah nasi bungkus habis. ‘’Padahal, biasanya paling malam jam 22.30 sudah habis,’’ ujarnya. ***(isd)

Editor : Administrator
#jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun #berita madiun