Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Target Aktivasi Jalur Ganda Meleset

Administrator • Senin, 7 Oktober 2019 | 20:07 WIB
Photo
Photo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jalur ganda (double track) Babadan-Geneng gagal diaktivasi per 1 Oktober. Sampai kini, Satuan Kerja (Satker) Jalur Ganda Madiun Kedungbanteng (JGMK) Balai Teknis Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur masih menanti rekom teks dari pusat. Setelah perbaikan di tiga titik yang menjadi catatan uji beban klir.


Andryan Setyo, staf teknis Satker JGMK Balai Teknis Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, menegaskan bahwa rekom teks wajib dikantongi untuk melanjutkan tahapan lanjutan aktivasi jalur ganda. Rekom teks biasanya terkait dengan keselamatan dan keamanan jalur sepanjang 28,2 kilometer itu. ‘’Bagaimana keselamatan, kelaikan, harus mendapatkan rekom teks dari pusat,’’ kata Andryan.


Andryan menjelaskan, ada beberapa indikator untuk mengantongi rekom teks tersebut. Yakni, kelaikan jalur, jembatan, signal, dan konstruksi lain wajib terpenuhi. Pun berbagai komponen lain terkait dengan keselamatan. ‘’Pekerjaan sudah selesai, tinggal tunggu rekom teks itu,’’ ujarnya.


Rekom teks, tegas Andryan, merupakan syarat penting yang harus dikantongi sebelum dilakukan uji beban ulang di jalur tersebut. Pihaknya belum dapat memastikan kapan uji beban ulang bakal dilakukan. Biasanya rekom teks selambat-lambatnya diterima maksimal dua pekan setelah pekerjaan selesai. ‘’Bisa satu atau dua minggu. Setelah rekom teks diterima, bisa langsung uji beban ulang,’’ jelasnya.


Usai uji beban ulang, dilakukan swicth over sebagai tahapan akhir aktivasi jalur ganda. Dia tidak menampik aktivasi tersebut molor dari target yang telah ditetapkan. Kendati demikian, pihaknya telah menyelesaikan perbaikan yang merupakan catatan dari PT KAI Daop VII saat uji beban tepat waktu. ‘’Minggu itu juga kami selesaikan perbaikan. Sekitar 28 September lalu selesai,’’ tuturnya.


Andryan memastikan molornya pembukaan jalur ganda tidak berdampak terhadap jadwal kereta api. Sebab, jalur baru belum terkoneksi dengan jalur lama. Hanya berdampak pada mundurnya pekerjaan jalur ganda Geneng-Kedungbanteng yang merupakan paket dari JGMK. ‘’Otomatis pekerjaan lanjutan mundur,’’ katanya.


Andryan memastikan, jalur ganda Geneng-Kedungbanteng klir akhir November. Saat ini, pekerjaan fisik di paket pekerjaan itu telah mencapai 98 persen. Hanya menyisakan pekerjaan di Stasiun Kedunggalar dan beberapa titik di jembatan. ‘’Setelah jalur Babadan-Geneng ini dibuka, kami kebut pekerjaan Geneng-Kedungbanteng,’’ ujarnya.


Andryan berharap tidak ada halangan teknis saat penyelesaian paket pekerjaan JGMK dengan panjang total 57 kilometer. Pun seluruh pekerjaan memenuhi standar keselamatan. Sehingga jalur dapat dibuka dan meningkatkan kualitas pelayanan. ‘’Terpenting keselamatan. Jadi, kami harus mengecek dan memastikan setiap detail pekerjaan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Editor : Administrator
#jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun #berita madiun