Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Teliti Kelompok Samin, Septian Diganjar Juara II LPSL Jatim

Hengky Ristanto • Rabu, 10 November 2021 | 01:15 WIB
BERPRESTASI: Septian Dwita Kharisma memperlihatkan piagam penghargaan tingkat provinsi yang diperolehnya beberapa waktu lalu. (SEPTIAN DWITA FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
BERPRESTASI: Septian Dwita Kharisma memperlihatkan piagam penghargaan tingkat provinsi yang diperolehnya beberapa waktu lalu. (SEPTIAN DWITA FOR JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Siang itu Septian Dwita Kharisma terlihat sedang serius menatap layar laptopnya. Tangan kanannya dengan cekatan memindahkan kursor naik turun berulang kali. Wajahnya baru mencair saat menemukan informasi yang dicari. ''Namanya Samin Surosentiko. Aslinya Raden Kohar. Meninggal 1914 dalam pengasingan di Padang,'' ujarnya, Selasa (9/11).


Sosok Samin memang begitu dikenal Tian, sapaan Septian Dwita Kharisma. Sosok itu pula yang menginspirasinya membuat tulisan tentang sejarah kelompok Samin 1908-1914. Ulasan tersebut mengantarnya menyabet juara II Lomba Penulisan Sejarah Lokal (LPSL) Jatim 2021 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.


Samin merupakan gerakan petani yang berbasis di Blora, Jawa Tengah. Gerakan itu juga mengajarkan spiritual sekaligus perlawanan terhadap kolonial. Namun, mereka menunjukkan perlawanan tersebut dalam bentuk lain di luar kekerasan. Salah satunya menolak membayar pajak.


‘’Mereka menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial. Makanya, Samin dan kelompoknya itu sering memusingkan pemerintah Belanda,'' ujarnya. ''Bisa dikatakan Samin ini pahlawan. Karena itu, saya tertarik meneliti,'' imbuhnya.


Tulisan Tian terbilang detail. Tidak tanggung-tanggung, selain penelitian di lapangan, dia menggunakan 20 referensi, termasuk dari Belanda. ‘’Mendalami apa itu gerakan Samin, bagaimana prinsipnya, dan sebagainya. Ya, saya datang langsung ke kampung Samin di Bojonegoro,'' ungkapnya.


Dari penelitian yang dilakukan Tian diketahui sebaran kelompok Samin terbilang banyak. Di kawasan Jawa Tengah meliputi Blora, Pati, Rembang, Grobogan, Cepu, dan Kudus. Sedangkan Jawa Timur ada di Bojonegoro, Ngawi, dan Madiun. ''Saya juga riset di Balerejo dan Jiwan. Tapi, hanya mendapatkan keterangan jika dulu ada seorang dukun dan dimungkinkan itu orang Samin,'' bebernya.


Tian menekuni dunia sejarah bermula saat berburu informasi seputar sejarah PKI di Madiun. Namun, kala itu pemuda 26 tahun tersebut merasa ada yang kurang. ‘’Setelah membaca banyak sumber dan riset, ternyata PKI itu cukup unik,’’ ujar jebolan Pendidikan Sejarah Unipma itu.


Menjadi sejarawan menuntut Tian nyaris setiap hari tidak lepas dari membaca berbagai arsip, referensi, dan hasil penelitian. Selain itu, mampu mentransformasikan banyak ilmu ke dalam satu tulisan. ‘’Rencananya akan membuat trilogi sejarah revolusi di Madiun,’’ kata guru sejarah SMA Cokroaminoto itu. (irs/isd/c1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#juara #septian dwita kharisma #lpsl jatim #madiun