Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menyelami Sejarah Penamaan Jalan di Kota Madiun lewat Buku Andrik Suprianto

Hengky Ristanto • Rabu, 17 November 2021 | 23:10 WIB
EDUKATIF: Andrik Suprianto menunjukkan buku sejarah nama-nama jalan di Kota Madiun yang merupakan salah satu karyanya. (SRI MULYANI/JAWA POS RADAR MADIUN)
EDUKATIF: Andrik Suprianto menunjukkan buku sejarah nama-nama jalan di Kota Madiun yang merupakan salah satu karyanya. (SRI MULYANI/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan tahun silam, Kota Madiun yang dulu bernama Gemeente Madioen sudah punya Jalan Sulawesi. Bedanya, pada 1918-1922, penghubung Jalan Dr Sutomo dan Pahlawan itu dulu bernama Dwarseg Zuid. Nama jalan tersebut berganti lagi menjadi Celebesstraat pada 1922-1942. ‘’Ada yang sering berganti, ada pula yang tidak berubah,’’ kata Andrik Suprianto, Rabu (17/11).


Jika Jalan Sulawesi sering berganti nama, lain dengan Jalan Sumbawa dan Timor yang tidak berubah sedari dulu. Di zaman kolonial, kedua ruas jalan itu sudah bernama Soembawastraat dan Timorstraat. Berbagai penjelasan itu dapat ditemukan dalam buku berjudul Nama-Nama Jalan di Kota Madiun Masa Kolonial 1918-1942 (Asal-Usul dan Perubahannya) karya Andrik.


Buku tersebut berisikan penjelasan sejarah penamaan 59 jalan utama dan 55 nama gang di Kota Pendekar. Tak tanggung-tanggung, Andrik harus melakukan riset selama 2,5 tahun dan mencari tak kurang dari 50 referensi untuk menyusun buku terbarunya itu. ‘’Saya cari referensi dari koran, majalah, dan situs berbahasa Belanda, juga wawancara penduduk,’’ kata warga Sidorejo, Wungu, Kabupaten Madiun, tersebut.


Mulanya, pria kelahiran 1988 itu tidak kepikiran menulis buku sejarah nama jalan. Justru mulanya Andrik tebersit menulis buku berkaitan sejarah bangunan di Kota Madiun. Suatu ketika, seorang teman menyodorinya peta lama Kota Pendekar yang berjudul Kaart Van de Gemeente Madioen. ‘’Saya langsung terpesona dan tertarik mengkaji sejarah nama jalan,’’ terangnya.


Andrik berharap karyanya itu dapat mengedukasi masyarakat seputar sejarah Kota Pendekar. Menurut dia, nama-nama ruas jalan tidak tersemat begitu saja. Nama jalan juga membentuk identitas suatu daerah. ‘’Bisa juga sebagai tetenger atau penanda struktur sosial, ekonomi, dan budaya di masyarakat Kota Madiun pada saat itu,’’ jelas alumnus Universitas Negeri Malang tersebut. (irs/naz/c1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#sejarah #gementee madioen #jalan sulawesi #penamaan kota #madiun