KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan warga Kota Madiun kembali digelontor bantuan. Sedikitnya 6.600 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat Bantuan Sosial Pangan (BSP) PPKM dari pemerintah pusat.
Koordinator Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kota Madiun Wahyu Sulistyono mengatakan, dari total KPM, 5.995 di antaranya merupakan penerbitan kartu baru. Selebihnya penerima bantuan serupa sebelumnya. ‘’Bantuannya sama seperti BPNT Pusat, dibelanjakan sembako yang mengandung karbohidrat, protein, dan mineral,’’ kata Wahyu, Senin (22/11).
Menurut Wahyu, jumlah KPM BSP PPKM bersifat fluktuatif. Verifikasi dilakukan langsung pemerintah pusat. Kriterianya mengacu indikator garis kemiskinan di Kemensos. ‘’Diambilkan juga dari DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial, Red) Kemensos,’’ ujarnya.
Saat ini, sedikitnya 500-an penerima terpaksa dicoret. Penyebabnya, mayoritas telah meninggal dunia. Sementara ini, kartu keluarga sejahtera (KKS) telah didistribusikan ke lebih 2.300 KPM. ‘’Bantuan ini bentuknya saldo wallet. Hanya bisa dibelanjakan di agen yang sudah ditentukan di 27 kelurahan,’’ terangnya.
Bantuan KPM PPKM senilai Rp 200 ribu per penerima. Diberikan mulai Juli hingga Desember. Pencairannya dimulai bulan ini untuk alokasi Juli-September. ‘’Jadi, bulan ini langsung tiga bulan, totalnya Rp 600 ribu,’’ jelasnya.
Wahyu menyebutkan, BSP di Kota Madiun ada dua jenis. Yakni, reguler dan PPKM. Saat ini yang dicairkan BSP PPKM. Dia memastikan penerima tidak tumpang tindih dengan bantuan lain. ‘’Sudah pasti tidak dobel karena NIK sudah dipatenkan dispendukcapil,’’ bebernya.
Terpisah, Kepala Dinsos-P3A Kota Madiun Heri Suwartono memastikan bakal terus melakukan monitoring penyaluran di agen. Pengawasan juga dilakukan tiga pilar kelurahan. ‘’Semoga bermanfaat dan membantu meringankan beban KPM di Kota Madiun,’’ harap Heri. (kid/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto