Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Gelontor Bantuan Ratusan Anak Korban Covid-19

Hengky Ristanto • Kamis, 25 November 2021 | 01:34 WIB
PEDULI: Wali Kota Maidi saat menyerahkan bantuan kepada anak korban Covid-19 dan penyandang disabilitas. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PEDULI: Wali Kota Maidi saat menyerahkan bantuan kepada anak korban Covid-19 dan penyandang disabilitas. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bantuan bagi ratusan anak yatim, piatu, dan yatim piatu terdampak Covid-19 serta penyandang disabilitas terus mengalir. Kali ini mereka mendapat bantuan atensi dari Kemensos-RI yang disalurkan melalui Balai Besar Kartini Temanggung.


Ninik Suprihatin, salah seroang warga, tak dapat menyembunyikan kegirangannya usai menerima bantuan tersebut. Pasalnya, sejak Sentot Siahahan, suaminya, meninggal akibat Covid-19 pada 19 Juli lalu dia menjadi tulang punggung keluarga. ‘’Alhamdulillah, bisa buat biaya pendidikan anak,’’ kata Ninik, Rabu (24/11).


Ninik merupakan satu dari 103 penerima manfaat bantuan atensi dari Kemensos-RI. Bantuan itu diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan kemarin diberikan pada 95 penerima. Sedangkan tahap dua menyasar delapan penerima. Di saat bersamaan, donasi berupa kursi roda turut diberikan kepada lima anak penyandang disabilitas.


Wali Kota Madiun Maidi mengapresiasi langkah pemerintah pusat memberikan bantuan bagi anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Pun, sebelumnya pemkot telah memberikan santunan. Mereka yang menempuh pendidikan dasar, seluruh kebutuhannya dicukupi. Termasuk yang tengah menempuh pendidikan tinggi diberikan beasiswa. ‘’Yang lulus mau kerja ditawari bekerja di pemerintahan,’’ kata Maidi usai penyerahan bantuan atensi di Jalan Srindit kemarin.


Maidi membeberkan, total ada 165 anak di Kota Madiun yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Dari jumlah itu, 27 di antaranya sedang menempuh pendidikan tinggi. Tujuh anak telah ditarik bekerja di pemkot. Selebihnya masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA. ‘’Setiap tahun yang kuliahnya di luar kota diberi beasiswa Rp 9 juta. Sedangkan yang kuliah di dalam kota mendapat Rp 6 juta,’’ sebutnya.


Sementara itu, Koordinator Resosialisasi dan Bimbingan Lanjut Balai Besar Kartini Temanggung Ambarina Murdiati mengungkapkan bahwa bantuan atensi dari Kemensos RI terdiri dua jenis. Bagi anak yang belum sekolah diberikan bantuan Rp 300 ribu. Sedangkan yang bersekolah Rp 200 ribu. ‘’Tahun depan kami ajukan kembali. Pemanfaatannya, karena ini yang diberikan adalah usia anak-anak, bisa untuk penambah nutrisi atau keperluan sekolah,’’ kata Ambarina sembari menyebut pihaknya menerjunkan pendamping resosialisasi serta menggandeng dinsos-P3A setempat untuk melakukan pengawasan. (kid/c1/isd/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bantuan anak yatim #covid #madiun