KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi bencana hidrometeorologi mendapat perhatian serius Pemkot Madiun. Wali Kota Maidi kemarin mengecek titik rawan banjir luapan. Seperti di kawasan Embung Pilangbango dan Bantaran Kali Madiun. Dia juga melibatkan sekitar 400 personel dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Mereka diajak kerja bakti bersama warga setempat. Maidi ingin titik-titik rawan itu bersih dan terbebas dari sampah. Sebab, sampah berpotensi menyumbat aliran sungai di kawasan tersebut. Dua titik itu telah terpetakan sebagai wilayah rawan banjir di Kota Madiun.
Kawasan Embung Pilangbango titik rawan di sisi timur. Sementara Bantaran Kali Madiun di sisi barat. Wali kota juga turut mengecek dan memastikan bahwa saluran sanggup menampung air tatkala debit meningkat akibat kiriman dari wilayah hulu. ‘’Tadi pagi cek pembersihan sungai dan bantaran,’’ kata Maidi.
Dia mengklaim dua tahun belakangan di Kota Madiun nihil banjir. Itu setelah berbagai upaya dilakukan. Mulai meninggikan tanggul sungai sisi timur kota, hingga penerapan pembangunan berbasis lingkungan. Salah satunya, jalur pedestrian. ‘’Jalan Pahlawan dulu sebelum dibangun pedestrian langganan genangan, sekarang tidak ada genangan lagi,’’ ungkapnya.
Kendati demikian, Maidi minta kewaspadaan ditingkatkan. Pasalnya, fenomena La Nina dengan intensitas hujan cukup tinggi berpotensi terjadi di Kota Madiun. Bahkan, puncaknya diprediksi terjadi awal tahun depan. Karena itu, upaya antisipasi terus dilakukan. ‘’Semua saya kerahkan, sungai harus lancar mengalir,’’ tegasnya.
Selain itu, Maidi memastikan sarana-prasarana pendukung kesiapgsiagaan bencana dalam kondisi siap. Sedikitnya 60 armada alat berat milik Pemkot Madiun siaga. Alat berat itu tersebar di sejumlah OPD. Mulai dinas perdagangan, disperkim, DPUPR, BPBD, hingga dinas lingkungan hidup (DLH). ‘’Ada yang dibengkel. Kita cek semua, mulai remnya dan seluruhnya,’’ sebutnya.
Sebelumnya, Maidi telah menginstruksikan seluruh OPD mengecek kondisi kelayakan alat berat. Dari jumlah itu, 85 persen kondisi alat berat laik pakai. Sisa 15 persen dalam perawatan. ‘’Alat ready, personel stand by. Ini tindakan kita sejak awal,’’ tuturnya.
Selain itu, personel telah disiapkan. Selain BPBD, Maidi telah menginstruksikan OPD lain mendukung penanganan bencana. Termasuk membentuk tim khusus. Tenda darurat didirikan di dua titik rawan banjir tersebut. ‘’Semua antisipasi bersama, dan mudah-mudahan tidak terjadi bencana,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto