Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tidak Profit, Wali Kota Madiun Minta Percetakan Perusda Ditutup

Hengky Ristanto • Senin, 27 Desember 2021 | 16:41 WIB
MINIM KONTRIBUSI: Perusda Aneka Usaha Kota Madiun butuh inovasi untuk mengembangkan unit usaha percetakan. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
MINIM KONTRIBUSI: Perusda Aneka Usaha Kota Madiun butuh inovasi untuk mengembangkan unit usaha percetakan. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Kota Madiun berhasil melampaui target pendapatan tahun ini. Yakni, Rp 1,4 miliar dari target Rp 1 miliar, atau surplus Rp 400 juta. Kendati demikian, khusus percetakan –salah satu unit usaha yang dikelola perusda setempat– butuh perhatian serius.


Pasalnya, dari tiga unit usaha, sumbangsih percetakan ke pendapatan asli daerah (PAD) yang terkecil. Selama setahun terbukukan pendapatan sekitar Rp 300 juta. Sementara nyaris 90 persen kontribusi PAD berasal dari unit usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sisanya dihasilkan bidang usaha bengkel.


Untuk itu, Wali Kota Maidi minta manajemen Perusda Aneka Usaha menganalisis keuntungan dari percetakan. Disesuaikan kebutuhan dan kondisi. ‘’Kalau nggak profit, untuk apa? Misal mesin harganya Rp 1 miliar, lalu untuk menutup itu lima tahun atau 10 tahun lagi, untuk apa? Kan bisa untuk usaha yang lain,’’ kata Maidi, Senin (27/12).


Wali kota juga meminta unit usaha yang dikelola Perusda Aneka Usaha dioptimalkan. Begitu pula dengan pelayanan. Jika manajemen ingin menambah bidang usaha, disarankan tidak sama dengan unit usaha yang dikelola swasta. ‘’Kalau swasta sudah ada percetakan yang sempurna, kita nggak usah. Cari usaha yang lain saja. Kita kasih kesempatan untuk swasta,’’ ujarnya. (kid/her)

Editor : Hengky Ristanto
#perusahaan daerah #madiun