Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pedagang Pasar Bunga Bolak-balik Pakai Ember Ngangsu Air

Hengky Ristanto • Rabu, 29 Desember 2021 | 16:43 WIB
USAI DIRESMIKAN: Sebagian pedagang pasar bunga lama sudah menempati pasar bunga baru. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
USAI DIRESMIKAN: Sebagian pedagang pasar bunga lama sudah menempati pasar bunga baru. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Keluhan pedagang pasar bunga di lokasi baru direspons Pemkot Madiun. Per kemarin (28/12), dua sambungan PDAM dipasang. ‘’Katanya bertahap. Minimal sehari dua sambungan atau meteran air,’’ kata Eko Widyo Utomo, ketua paguyuban pedagang pasar bunga, Rabu (29/12).


Eko menyebut, proyek pembangunan pasar tanaman hias baru di Jalan D.I. Panjaitan telah diresmikan Wali Kota Maidi pada 15 Desember lalu. Setelah itu, sejumlah pedagang memboyong dagangannya dari lokasi lama di kawasan Stadion Wilis. Namun, lantaran belum tersedia fasilitas air, mereka mengangkut kembali ke lokasi lama. ‘’Kecuali pot dan sejenisnya (bukan tanaman, Red) ditinggal. Karena kalau bolak-balik perlu biaya lagi,’’ ujarnya.


Menurut Eko, sebenarnya ada alternatif sementara. Para pedagang dipersilakan menggunakan air PDAM dinas perdagangan (disdag). Hanya, cukup menyulitkan lantaran tidak ada slang. Terutama kios yang jaraknya jauh dari sumber air tersebut. Sehingga, para pedagang harus ngangsu dengan ember naik sepeda motor. ‘’Ya bolak-balik ambil air buat siram-siram tanaman,’’ ungkapnya.


Sejauh ini, sebut Eko, pedagang yang bertahan di pasar bunga baru sekitar lima orang. Setelah fasilitas air tersedia di setiap kios, dia yakin semua pedagang akan boyongan. Sebab, sejak awal memang ingin segera menempatinya. Apalagi fasilitas parkir luas. ‘’Kalau di lokasi lama, kios bangun sendiri. Jadi, tidak teratur dan tidak rapi,’’ bebernya. (irs/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pasar bunga #madiun