KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun berhemat Rp 17,86 miliar pada tahun anggaran 2021 lalu. Itu didapat dari selisih penawaran 111 paket proyek fisik maupun nonfisik. Selanjutnya masuk dalam sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) untuk tahun anggaran berikutnya (2022).
Sesuai pagu, yang harus dibayarkan Rp 150,15 miliar. Dari hasil lelang, pemkot hanya membayar Rp 132,29 miliar kepada rekanan. Penghempemkotatan tertinggi lelang pekerjaan normalisasi saluran Jalan Merak. Dari pagu Rp 1 miliar, rekanan menawar Rp 760,3 juta. ‘’Itu penawaran paling rendah,’’ kata Kabag Adbang Setda Kota Madiun Malik Asmany, Senin (17/1/2022).
Ada juga penghematan pekerjaan rehabilitasi SDN Banjarejo. Dari pagu Rp 2,04 miliar, rekanan memenangkan Rp 1,75 miliar. Sehingga, mencatatkan efisiensi Rp 297,8 juta. ‘’Selisih ini berpotensi menjadi efisiensi atau penghematan anggaran,’’ ujarnya.
Secara keseluruhan, lanjut Malik, penawaran rata-rata berkisar 90 persen dari pagu. Salah satu faktor penunjang efisiensi adalah tingkat kompetisi penyedia jasa. Pun, efisiensi diklaim tidak mengurangi kualitas pekerjaan lantaran selisih masih dalam batas wajar. ‘’Kalau selisihnya terlalu besar dikhawatirkan berdampak pada kualitas pekerjaan,’’ jelasnya. (kid/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto