KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak paket pekerjaan di lingkungan Pemkot Madiun yang belum naik lelang. Masing-masing masih dalam proses upload dokumen penawaran, masa sanggah, kaji ulang, dan perbaikan data setelah kaji ulang. ‘’Proses dapat dipercepat agar percepatan program fisik maupun nonfisik terealisasi,’’ terang Malik sembari menyebut progres masih kategori wajar.
Kendati begitu, pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) berupaya meminimalkan risiko gagal tender. Pun, molor jadwal disikapi serius. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak jarang proses tender terkendala padat jadwal atau mundur jadwal. Sehingga, OPD perlu mengantisipasi hal teknis tersebut. ‘’Untuk meminimalkan risiko gagal tender sekecil mungkin, awal tahun ini segera diproses,’’ ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Madiun Malik Asmany, Jumat (18/2).
Malik mengingatkan, penyelesaian tender lebih baik tidak terlalu mepet akhir tahun. Sehingga, dapat rampung sebelum perubahan anggaran keuangan (PAK). Tujuannya, program atau rencana pembangunan pemkot dapat berjalan sesuai rencana. ‘’Agar berjalan lebih optimal, sehingga pelaksanaan kontrak dapat tepat waktu,’’ jelasnya.
Sementara itu, LSM Wahana Kedaulatan Rakyat (WKR) menyoroti terkait proses lelang pengadaan makanan dan minuman bagi pasien RSUD Kota Madiun yang dimenangkan CV Nutri Health. Dari analisa WKR, rekanan tersebut tidak muncul sebagai pemenang ketika mengikuti proses tender dengan paket pengadaan yang sama di daerah lain.
Sementara, di Kota Madiun justru menjadi pemenang. Selain itu, CV Nutri Health didapati telah memenangkan paket pengadaan yang sama hingga lima tahun berturut-turut sejak 2017. ‘’Di samping itu, penawaran yang diajukan rekanan tersebut hanya selisih 1,02 persen dari pagu Rp 2,55 miliar. Sehingga, diduga ada ketidaklaziman dalam proses pelaksanaan lelang,’’ kata Koordinator Badan Pekerja WKR Budi Santoso. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto