KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Program revitalisasi pasar dari anggaran dinas perdagangan (disdag) tahun lalu telah tuntas. Ada tiga pasar yang direhab menggunakan APBD induk 2021. Yakni, Pasar Mojorejo, Pasar Besar Madiun (PBM), dan Pasar Gamasoru. Masing-masing pasar dianggarkan sekitar Rp 200 juta.
Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Disdag Kota Madiun Tugas Prasetyo menjelaskan, pembenahan Pasar Mojorejo menyasar kios sisi barat. Sedangkan bangunan sisi timur bakal digarap tahun ini. Lokasi jual beli itu bakal dialihfungsikan menjadi pasar barang antik. ‘’Dalam waktu dekat ditempati. Tapi, kapan persisnya di-launching, kami belum tahu,’’ ujarnya, Minggu (6/3).
Sementara, revitalisasi PBM menyasar bagian los daging. Anggaran sekitar Rp 200 juta digunakan untuk perbaikan keramik yang rusak. Sedangkan revitalisasi Pasar Gamasoru, kata Tugas, tahun ini menyasar kios sebelah timur.
Program pembangunan pasar yang dikelola disdag tidak hanya menyasar tiga pasar tersebut. Melainkan juga empat pasar baru yang mulai dikelola dinas itu. Salah satunya los buah sisi selatan Pasar Sleko yang selesai dibangun tahun lalu.
Rencananya, deretan kios yang masih kosong di lokasi itu dijadikan tempat relokasi pedagang lantai II Pasar Sleko yang masih aktif berjualan kelak saat direvitalisasi. ‘’Semua pembangunan itu anggarannya dari DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang),’’ tuturnya. (mg7/c1/isd/her)
Editor : Hengky Ristanto