KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Launching Pasar Mojorejo pascarenovasi Januari lalu tertunda. Rencananya, deretan kios di sisi barat itu untuk lapak barang antik. ‘’Kami masih tahap komunikasi dengan calon pedagang untuk mengisi kios itu,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Kamis (10/3).
Pada tahap ini juga dirumuskan jenis barang antik yang bakal dijajakan di Pasar Templek, nama populer pasar tersebut. Pun, masih dipikirkan konsep yang layak agar dikunjungi banyak orang. Kendala ini membuat kepastian launching belum fixed. ‘’Targetnya dalam waktu dekat ini,’’ ujarnya.
Pihaknya memprioritaskan pedagang lama yang masih aktif. Di deretan toko depan ada sekitar 12 pedagang. Sedangkan di dalam pasar mayoritas pedagang kuliner. Sementara pedagang baru yang akan berjualan barang antik disediakan tujuh kios ‘’Kami pastikan pedagang yang mengisi warga Kota Madiun,’’ tegas Ansar.
Menurut dia, masih ada renovasi menyeluruh untuk memperkuat kesan bahwa pasar di Perempatan Klegen itu pusatnya barang antik di Kota Madiun. Bagian depan pasar akan dipoles agar bisa menarik pengunjung datang. ‘’(Renovasi, Red) menunggu PAK (perubahan anggaran keuangan) tahun ini,’’ terangnya.
Pasar Mojorejo rampung direhab Desember 2021 lalu. Pemkot menganggarkan sekitar Rp 200 juta untuk merenovasi kios sisi barat. Desainnya sengaja dimodel klasik sesuai konsep pasar barang antik. Rencana renovasi selanjutnya merambah ke sisi timur. ‘’Secara bertahap nanti kami revitalisasi seluruh pasar,’’ tuturnya. (mg7/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto