MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Alun-alun Caruban jadi tempat favorit ngabuburit selama Ramadan. Sayangnya, menjadi tidak nyaman karena ulah sebagian remaja yang menjadikan kawasan alun-alun sebagai lokasi kebut-kebutan dan standing dengan motor mereka. Karena itu, Satlantas Polres Madiun akan melakukan pemantauan.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut setelah petugas mengamankan 18 motor berknalpot brong Selasa (5/4) lalu. ‘’Banyak warga yang terganggu bisingnya suara motor berknalpot brong,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun AKP Firman Widyaputra Lukman Sumaatmadji kemarin (9/4).
Dengan patroli rutin, diharapkan tidak ada lagi laporan masyarakat yang terganggu. Motor yang tidak dilengkapi legalitas atau spesifikasinya menyalahi aturan diminta untuk segera dilengkapi sebelum dibawa pulang. Pun, harus mengajak orang tua saat mengambil motor. ‘’Ini sebagai efek jera. Saat mengambil juga harus menunjukkan bukti STNK dan BPKB,’’ jelasnya.
Firman mengimbau warga yang ngabuburit di kawasan alun-alun Caruban memanfaatkan waktu di bulan Ramadan dengan kegiatan positif. Pun, tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Seperti kebut-kebutan dan knalpot berisik. (tr2/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto