KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan. Salah satunya lewat program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian PUPR.
Pada tahun ini program yang digarap oleh Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS Bengawan Solo itu mencakup 350 desa. Adapun pelaksanaannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap I menyasar 293 desa yang mulai dikerjakan pada April–Juli. Kemudian tahap II di mulai Agustus–Nobember untuk 98 desa.
Kepala Satker Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS Bengawan Solo Surendro Andi Wibowo mengatakan pada tahap I program ini menyasar 69 desa di Madiun, Ponorogo (98), Magetan (48), Ngawi (24) dan Pacitan (54). Yang mana untuk satu lokasi anggarannya mencapai Rp 195 juta. ‘’Dalam pelaksanaannya didampingi oleh 98 tenaga pendamping masyarakat,’’ katanya dalam sosialisasi P3-TGAI di Aston Hotel Madiun, Rabu (13/4).
Menurutnya, program tersebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan masyarakat petani. Terutama dalam perbaikan jaringan irigasi secara partisipatif. ‘’Jadi, pengerjaannya dilakukan swadaya oleh masyarakat (padat karya) dengan tujuan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian,’’ jelas Andi.
Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto menyatakan Ponorogo mendapatkan jatah P3-TGAI paling banyak. Hal ini berkat usulan yang diajukan oleh Anggota Komisi V DPR RI Sri Wahyuni. ‘’Kegiatan ini sudah berlangsung selama 10 tahun,’’ katanya.
Lebih lanjut, Agus mewanti-wanti agar penerima program ini untuk melaksanakannya dengan baik dan dilandasi pertanggungjawaban yang jelas. ‘’Pak menteri (Basuki Hadimuljono) menargetkan uang muka harus sudah terbayarkan 70 persen sebelum Lebaran,’’ ungkapnya.
Pihaknya juga mengingatkan pekerjaan jangan sampai mandek. Karena itu, BBWS Bengawan Solo dalam pelaksanaannya menggandeng Dirintelkan Polda Jatim sebagai pendamping pada tim monitoring dan evaluasi (monev). ‘’Jadi, uang yang nantinya sudah ditransfer untuk dibelikan material. Jangan malah digunakan untuk keperluan Lebaran,’’ tutur Agus.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Sri Wahyuni mengatakan P3-TGAI merupakan bagian dari program aspirasi legislatif di komisinya yang bermitra dengan Kementerian PUPR. ‘’Program ini murni aspirasi dari pengajuan bapak-ibu sekalian untuk kemajuan infrastruktur pertanian. Saya berharap ini bisa bermanfaat,’’ harap politisi Partai Nasdem itu.
Lebih lanjut, istri dari mantan bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni itu mengimbau para penerima P3-TGAI agar melaporkan ke TPM atau ke polisi apabila mendapati ada oknum atau yang mengatasnamakan siapapun meminta sumbangan dari program tersebut. ‘’Program ini sepenuhnya dari petani, untuk petani dan dimanfaatkan oleh petani. Dan, paling penting dalam pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai uangnya dipakai untuk keperluan Lebaran,’’ tutur Sri Wahyuni. (her)
Editor : Hengky Ristanto