KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bak naik mesin waktu. Pengunjung Pameran Pesona Pusaka di GOR Wilis seolah dibawa ke masa ratusan tahun silam saat menyaksikan ratusan keris dan pusaka Nusantara yang dipamerkan. ‘’Ada 200 pusaka yang dipamerkan,’’ kata Trisna Hanifah Hasan, ketua panitia pameran, Jumat (1/7).
Ya, ratusan keris dan pusaka seperti pedang dan tombak dipajang di pameran yang digelar sejak kemarin hingga besok itu. Mulai peninggalan Kerajaan Singasari hingga masa kamardhikan. Pun, ada puluhan kolektor dari berbagai daerah yang berpartisipasi. ‘’Paling banyak ternyata tangguh (era, Red) Madiun,’’ ungkapnya.
Hanif –sapaan akrab Trisna Hanifah Hasan- menyebutkan, sejumlah pusaka yang dipamerkan erat kaitannya dengan sejarah Madiun. Salah satunya keris luk 13 karya Empu Jakasupa II alias Tundhung Madiun. Berdasar surat tangguh tosan aji-nya, keris ber-dhapur Nagasasra dan berpamor pangawak waja itu diperkirakan dibuat pada abad ke-16 Masehi.
Dalam Pameran Pesona Pusaka itu, keris koleksi Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra juga ikut dipajang. Keris ber-dhapur sinom dan pamor pedaringan kebak tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Padjajaran (932-1579 M).
Dipamerkan pula keris ganangan milik R.M. Rijal yang merupakan peninggalan Kasultanan Mataram. Keris buatan Ki Nom pada abad ke-16 Masehi itu ber-dhapur Nagasasra dan pamor pedaringan kebak. Ada juga keris koleksi Agus Langgeng yang disebut-sebut peninggalan Kerajaan Mataram masa kepemimpinan Sultan Agung (1613–1645 M).
Hanif mengatakan, partisipasi kolektor mengikuti pameran kali ini sangat tinggi. Terbukti, selain dari Kota dan Kabupaten Madiun, benda yang dipamerkan merupakan koleksi pencinta pusaka luar daerah seperti Tuban, Jember, Malang, Jogjakarta, dan Solo. ‘’Harapannya, dengan pameran ini, para generasi milenial terdorong ikut melestarikan benda peninggalan sejarah bangsa,’’ ujarnya. (her/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto