KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Patung pendekar di simpang lima Diponegoro diturunkan dengan crane Jumat dini hari (8/7). Patung setinggi 1,5 meter di atas tugu delapan meter itu harus menjalani perawatan. Selain dibersihkan badannya, juga diganti asnya agar sang pendekar makin rajin berputar.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah mengatakan, as patung pendekar sudah dua tahun berputar. Sehingga perlu diganti yang baru untuk mengurangi potensi bahaya akibat korosi. ‘’Penggantian as juga berpengaruh pada dinamo,’’ ujarnya, Sabtu (9/7).
Dia menambahkan, as diganti dengan laher. Sehingga, membuat perputaran patung menjadi lebih ringan. ‘’Kalau tidak diganti dan dipaksa, itu nanti yang rusak justru dinamonya,’’ ungkap Thariq.
Dia menyebut bahwa as sebelumnya berbentuk roda. Namun, kini telah diganti laher model tirus atau lancip berbentuk kerucut. Fungsinya untuk menyangga patung. Selama perawatan berlangsung, separo badan jalan diblokir 8 hingga 9 jam. ‘’Ini masih maintenance ke dinamonya,’’ jelas Thariq.
Sementara itu, proses pembuatan bantalan dinamo sedang didesain di tukang las. Selanjutnya langsung dipasang dari bawah. Sehingga, tidak sampai memengaruhi patung pendekar yang sudah terpasang. ‘’Kami masih koordinasi dengan tukang desainnya. Kalau sudah ready, baru kami jadwalkan pemasangannya,’’ terang Thariq.
Menurut dia, kondisi patung dengan berat tiga kuintal berbahan tembaga tersebut masih bagus. Aksesori lain di tugu setinggi delapan meter itu juga diklaim masih layak. Salah satunya jam dinding. Dulu modelnya digital, kini diganti analog. ‘’Kalau jam digital itu pengaruhnya ke dinamo, sehingga sering mati. Makanya kami ganti analog,’’ tuturnya. (her/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto