KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun kembali mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Kali ini melalui pemasangan sambung tuwuh terbanyak. Peranti khas prosesi pernikahan adat Jawa yang jumlahnya mencapai ratusan itu tersaji dalam pernikahan massal yang digelar pemkot setempat kemarin (14/7). ‘’Pemasangan sambung tuwuh terbanyak pertama di Indonesia maupun dunia tercatat untuk Kota Madiun,’’ kata Sri Widayati, perwakilan Muri.
Sri mengungkapkan, jumlah uba rampe pernikahan berupa pohon pisang beserta tandan buahnya dilengkapi cengkir gading, daun beringin, dan daun kemuning itu awalnya direncanakan sebanyak 104. Namun, setelah dilakukan verifikasi tim Muri, sambung tuwuh yang terpasang mencapai 201.
Pemasangan sambung tuwuh terbanyak dalam hajatan Medioen Mantu itu sekaligus mencatat beberapa capaian baru Kota Madiun yang tercatat di Muri. Yakni, rekor dunia urutan ke-10.435 dan rekor Muri kedelapan untuk daerah setempat. ‘’Seluruh rekor Kota Madiun yang tercatat di Muri inovatif dan melibatkan tradisi kebudayaan lokal,’’ ujarnya.
Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan, pemasangan ratusan sambung tuwuh di sepanjang Jalan Pahlawan hingga berhasil tercatat dalam rekor Muri bukan tanpa alasan. Selain merupakan salah satu peranti wajib pernikahan adat Jawa, juga mengandung filosofi kuat. Yakni, menyambung kehidupan agar selalu diberi kelancaran di dunia maupun akhirat. ‘’Maknanya cukup sakral serta identik dengan kebahagiaan,’’ tuturnya.
Maidi menyebutkan, pemasangan ratusan sambung tuwuh tidak hanya dilakukan petugas pemkot. Melainkan juga melibatkan warga. ‘’Artinya, antusiasme masyarakat menyukseskan kegiatan rangkaian perayaan Hari Jadi Ke-104 Kota Madiun tahun ini cukup tinggi,’’ ujarnya. ‘’Terima kasih kepada Muri dan warga kota ini atas dukungannya yang luar biasa,’’ imbuhnya. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto