Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bawang Merah Turun, Cabai Masih Tinggi 

Hengky Ristanto • Jumat, 22 Juli 2022 | 01:48 WIB
BELUM NORMAL: Harga bawang merah di Kota Madiun perlahan mulai turun. Sedangkan harga cabai rawit masih relatif tinggi. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
BELUM NORMAL: Harga bawang merah di Kota Madiun perlahan mulai turun. Sedangkan harga cabai rawit masih relatif tinggi. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Harga bawang merah perlahan mulai turun. Dari semula Rp 75 ribu per kilogram, saat ini di kisaran Rp 50 ribu. ‘’Sudah turun per hari ini,’’ kata Tri Prasetyaningrum, analis perdagangan ahli muda Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun, Kamis (21/7).


Tri mengatakan, selama ini pasokan bawang merah di Kota Madiun bergantung dari Nganjuk. Saat ini di Nganjuk memasuki musim panen. Sehingga, suplai ke kota ini mulai melimpah. Otomatis harganya mulai turun perlahan. ‘’Mungkin bulan depan harga kembali normal,’’ ujarnya.


Terkait harga yang belum berubah di sejumlah pedagang, Tri menduga yang dijual stok saat kulakannya masih tinggi. Dia memperkirakan butuh waktu sepekan harga merata di pasaran. ‘’Insya Allah harga berangsur turun seiring pasokan yang melimpah,’’ ucapnya.


Selain bawang merah, harga cabai rawit juga mulai turun. Namun, masih relatif tinggi. Yakni, Rp 85 ribu per kilogram atau turun sekitar Rp 10 ribu dibanding saat menjelang Idul Adha lalu. Pemicunya, pasokan dari Kabupaten Kediri tersendat.


Sebagian petani cabai di sana gagal panen lantaran faktor cuaca. Selain itu, petani yang panennya bagus memilih menjual ke daerah lain yang harganya lebih tinggi. ‘’Selain ke Kota Madiun, petani cabai di Kabupaten Kediri juga memasok daerah lain. Saat ini mulai tanam kembali, mungkin akhir Agustus panen,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#Perdagangan #kota madiun #cabai #Pasar Besar Madiun #bawang merah #dinas perdagangan