Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Wali Kota Madiun: Peringatan Satu Abad PSHT Harus Aman dan Kondusif

Hengky Ristanto • Selasa, 23 Agustus 2022 | 15:00 WIB
PUSAT MADIUN: Penampakan monumen Satu Abad PSHT di kompleks Gedung Graha Krida Budaya kemarin (22/8). Lokasi ini bakal menjadi tempat peletakan tanah dan air yang dibawa perwakilan cabang PSHT di seluruh Indonesia pada 1 September mendatang. (BAGAS BIMANT
PUSAT MADIUN: Penampakan monumen Satu Abad PSHT di kompleks Gedung Graha Krida Budaya kemarin (22/8). Lokasi ini bakal menjadi tempat peletakan tanah dan air yang dibawa perwakilan cabang PSHT di seluruh Indonesia pada 1 September mendatang. (BAGAS BIMANT

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi memberi atensi khusus kegiatan peringatan satu abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Dia kembali menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas selama acara berlangsung.


‘’Suroan lalu aman. Karena itu, peringatan satu abad nanti juga harus aman dan kondusif,’’ kata Maidi selepas mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengamanan kegiatan tersebut di GCIO pemkot kemarin (22/8).


Pengamanan kegiatan, lanjut dia, bakal dimaksimalkan. Sebab, ada ribuan tamu undangan dari berbagai daerah yang akan datang. ‘’Pengamanan melibatkan semua, termasuk linmas. Kepada para pendekar, tunjukkan bahwa kalian pendekar yang mengayomi dan bukan bikin ribut. Karena kota ini tertutup untuk orang rusuh,’’ tegas Maidi.


Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R. Moerdjoko H.W. menyatakan siap menjaga Kota Madiun kondusif selama acara peringatan satu abad PSHT pada 1–2 September mendatang. Selain TNI/Polri, Pengaman Terate (Pamter) turut dilibatkan. ‘’Mereka yang hadir dalam acara telah kami beri undangan. Jadi, kalau tidak ada undangan, tidak bisa masuk ke lokasi acara,’’ ujarnya.


Total ada 2.000 tamu undangan yang akan hadir di Gedung Graha Krida Budaya. Mereka merupakan perwakilan cabang PSHT di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri, termasuk para pejabat pemerintah. ‘’Karena tempatnya terbatas, kami batasi undangannya. Selain di Pusat Jalan Merak, peringatan digelar virtual di masing-masing ranting,’’ terang Moerdjoko.


Ada sejumlah kegiatan yang telah disiapkan panitia. Di antaranya, kirab dari makam sesepuh PSHT di Kelurahan Pilangbango menuju Padepokan Agung di Jalan Merak dengan membawa tanah dan air yang dikumpulkan masing-masing cabang.


Lalu, pada malam harinya diadakan kenduri nasional yang diikuti seluruh warga PSHT. Acara yang dimulai pukul 19.22 hingga 20.22 itu dipusatkan di Gedung Graha Krida Budaya secara virtual di masing-masing cabang maupun ranting.


Setelah itu, dilanjutkan ritual memasukkan air dan tanah yang dibawa masing-masing perwakilan cabang ke monumen Satu Abad PSHT. Kemudian, esoknya (2/9) digelar resepsi dengan menampilkan pencak silat kolosal. Selanjutnya, ditutup panggung budaya pencak silat.


Peringatan satu abad PSHT ini mengangkat tema Menjaga Konsisten Jati Diri Setia Hati Terate dalam Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan dan Nasionalisme sebagai Pelopor Ajaran Budi Luhur. ‘’Kami adakan supaya bisa membangun guyub rukun antar perguruan pencak silat, baik nasional maupun di Madiun,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#psht #kota madiun #Wali Kota Maidi #Pemkot Madiun