KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemandangan di sejumlah jalan protokol Kota Madiun terlihat semakin cantik. Itu seiring pohon-pohon tabebuya yang mulai berbunga. Meski pohon yang ditanam telah mencapai ribuan, pemkot merasa keberadaan jenis pohon itu masih perlu dimasifkan lagi.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun memastikan tahun depan kembali menganggarkan penanaman ribuan pohon bernama ilmiah Handroanthus chrysotricus itu.
Sekretaris Disperkim Kota Madiun Jemakir menyebutkan, hingga kini total pohon tabebuya yang telah tertanam mencapai 7 ribu pohon. Jumlah itu termasuk 2 ribu pohon yang ditanam enam bulan lalu. Meski begitu, tak semua jenis flora endemik Brasil itu berbunga secara bersamaan. ‘’Tabebuya yang saat ini berbunga itu hasil penanaman tahun pertama dan kedua,’’ ujar Jemakir, Senin (5/9).
Jemakir menyebutkan, hingga saat ini penanaman pohon tabebuya nyaris sudah mencakup setiap jalan protokol di Kota Madiun. Termasuk Pahlawan, Mayjen Sungkono, Urip Sumoharjo, Setia Budi, Diponegoro, dr Soetomo, Cokroaminoto, dan Agus Salim. ‘’Jenisnya ada dua, daun kecil dan lebar dengan bunga warna merah muda, ungu, kuning, dan putih,’’ bebernya.
Ihwal perawatan, kata Jemakir, pohon tabebuya harus rutin disiram setiap hari. Untuk menyiram ribuan tabebuya itu serta berbagai tanaman lainnya, dalam satu hari disperkim membutuhkan sekitar 60 ribu liter air. ‘’Penyiraman dilakukan saat malam hari, mulai pukul 23.00 sampai 06.00. Kami mengerahkan lima mobil tangki,’’ tuturnya.
Jemakir menambahkan, penanaman tabebuya masuk dalam program penanaman total 58 ribu pohon di 144 ruas jalan Kota Madiun. Pihaknya mengestimasi kebutuhan anggaran untuk merealisasikan target tersebut mencapai sekitar Rp 4 miliar. ‘’Tiap tahun untuk pengadaan, penanaman, serta perawatan pohon dan tanaman hias butuh Rp 1,5 miliar,’’ sebutnya. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto