KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) III kian mendekati nyata. Bahkan, megaproyek di atas lahan eks pemakaman etnis Tionghoa bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, itu telah masuk tender.
Dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), proyek bernilai miliaran rupiah itu telah masuk tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. ‘’Kalau Kemen PUPR sudah lelang, alhamdulillah. Kami akan berkomitmen menyiapkan permintaan yang dibutuhkan Jakarta (pemerintah pusat, Red),’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu (17/9).
Maidi menyebutkan, pemkot telah menyediakan lahan seluas 5.000 meter persegi. Pun telah memindahkan makam, membersihkan, menguruk, serta memadatkan lahan. Bahkan, Kemen PUPR telah melakukan tes kelayakan tanah. ‘’Lahan sudah siap untuk didirikan bangunan. Semoga dapat selesai sesuai rencana. Sehingga, segera dapat dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),’’ ujarnya.
Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono menambahkan, rusunawa III masuk LPSE Kemen PUPR dengan jenis pengadaan pekerjaan konstruksi. Pagu anggarannya sekitar Rp 25 miliar di APBN 2022. ‘’Pembangunannya murni dari pemerintah pusat,’’ sebutnya.
Terbaru, lanjut Agung, ada 184 peserta lelang tender tersebut. Pun, sekitar 20 peserta telah mengajukan harga penawaran. Dia mengestimasi pemenang tender dapat diputuskan November tahun ini. Harapannya, pembangunan rusunawa III dapat segera dilaksanakan awal tahun depan. ‘’Pekerjaan Kemen PUPR ini multiyears, dua tahun atau 2022-2023,’’ ujarnya.
Sesuai rencana, rusunawa III bakal dihuni warga kota yang berstatus MBR. Namun, pemkot bakal memprioritaskan warga yang menempati kawasan bongpay tersebut. ‘’Kalau pemanfaatannya sesuai kebijakan pemkot,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto