Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pabrik Shirataki di Kota Madiun Segera Beroperasi

Hengky Ristanto • Rabu, 21 September 2022 | 18:00 WIB
HAMPIR RAMPUNG: Pabrik pengolahan porang menjadi shirataki di Kota Madiun bakal segera dioperasikan dalam waktu dekat. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
HAMPIR RAMPUNG: Pabrik pengolahan porang menjadi shirataki di Kota Madiun bakal segera dioperasikan dalam waktu dekat. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pabrik pengolahan porang di Kota Madiun bakal segera beroperasi. Menyusul pembangunan pabrik yang menempati salah satu gedung milik badan keuangan dan aset daerah (BKAD) setempat yang segera rampung. ‘’Progres sudah 80 persen selesai. Tinggal menunggu instalasi listrik dan sebagian peralatan produksi yang akan segera dikirim dan dirangkai,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (21/9).


Estimasinya, pabrik pengolah porang menjadi chip, tepung, hingga beras atau shirataki tersebut bakal beroperasi bulan ini. Rencananya, akan ada dua line mesin pengolah porang. Yakni, pengolah bahan baku dan pengolah pangan setengah jadi. ‘’Semua pengolahan diupayakan selesai di sini (Kota Madiun, Red). Menyiasati bahan baku yang terjangkau di sini, produksi harus semaksimal mungkin,’’ ujarnya.


Maidi menyebutkan, mesin pembuat shirataki itu dapat memproduksi tiga ton tepung porang per hari. Dengan estimasi, pabrik mampu menyerap porang mentah sekitar 8-10 ton per hari. Ini bakal menjadi angin segar bagi para petani untuk menjual hasil panennya. ‘’Memproduksi shirataki butuh bahan baku cukup banyak. Petani tidak perlu bingung menjual hasil panennya,’’ ungkapnya.


Pun, pemkot telah memikirkan hasil olahan pabrik itu bakal dikemanakan. Sebab, sudah ada investor yang bersedia menerima hasil produksi shirataki. Salah satunya, Rumania yang bakal menjadi tujuan ekspor. ‘’Pangsa pasar porang masih bagus. Shirataki cukup banyak peminatnya,’’ bebernya.


Keberadaan pabrik pengolah porang di Kota Madiun dinilai dapat memangkas rantai distribusi yang cukup panjang. Sebab, selama ini petani menjual hasil panennya ke pengepul kecil, pengepul besar, baru ke pabrik pengolahan. Pabrik juga dapat menyerap tenaga kerja setempat. ‘’Kami berharap produksi shirataki jadi produk unggulan dan dapat bersaing di pasaran,’’ tuturnya sembari menambahkan bahwa persiapan pabrik akan ditinjau pekan ini sebelum beroperasi. (ggi/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#Pabrik Shirataki #Pabrik pengolahan porang #porang #shirataki #olahan porang #DKPP #Pemkot Madiun