KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan harga bahan pokok (bapok) menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) coba diantisipasi Pemkot Madiun. Tujuannya, untuk menekan laju inflasi. ‘’Kami sudah terapkan subsidi bahan pokok di enam pasar tradisional,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Senin (10/10).
Sebelumnya, subsidi bapok dikucurkan ke masyarakat melalui warung tekan inflasi (wartek) di sejumlah titik. Kemudian menyusul untuk para pedagang. Total 69 pedagang ikut program subsidi. Perinciannya, di Pasar Besar Madiun 52 pedagang, Pasar Sleko (6), Pasar Kawak (3), Pasar Srijaya (3), Pasar Kojo (3), dan Pasar Merpati (2).
Agar pedagang yang ikut program subsidi ini tidak curang, disdag mengawasi kios-kios pedagang tersebut. Setiap penjualan bapok tersubsidi dicatat. Penggantian harga bersubsidi akan diproses 1x24 jam. ‘’Kami berlakukan jam operasional delapan jam kerja untuk petugas pengawas. Tapi, untuk operasional penjualan hanya mulai pukul 08.00 hingga 12.00,’’ ujarnya.
Ansar menambahkan, subsidi bapok hanya berlaku hingga 31 November mendatang. Program ini tidak ada batasan asal kependudukan. ‘’Kami berupaya mencukupi pasar dan harga pasar agar ada keseimbangan antara penjual dan pembeli. Sehingga inflasi bisa ditekan,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto