KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Penataan kawasan Jalan Pahlawan tak dapat dipisahkan dari Sumber Wangi dan Sumber Umis. Setelah Sumber Wangi (sisi timur), disulap ala negeri jiran Singapura lengkap dengan replika patung Merlionnya. Sumber Umis (sisi barat), kini berubah bak Tanah Suci. Lengkap dengan musala berbentuk replika Kakbah di Masjidil Haram, Makkah dan payung raksasa seperti di Masjid Nabawi, Madinah.
Progres proyek pembangunan Pahlawan Religi Center (PRC) tersebut telah menyentuh 90 persen. Rencananya, kawasan wisata religi di tengah kota yang telah dan juga akan dibangun enam replika keajaiban dunia tersebut bakal diresmikan bulan ini.
Anggaran Rp 3,6 miliar dari APBD 2022 digelontorkan untuk merealisasikan proyek prestisius tersebut. ‘’Sudah bagus. Tapi, jujur saya belum begitu puas. Butuh dirapikan lagi,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Selasa (18/10).
Proyek ini memang tinggal tahap finishing untuk merapikan sejumlah fisik bangunan agar layak digunakan masyarakat. Menurut Maidi, hadirnya PRC menambah daftar objek wisata atau keindahan kawasan Jalan Pahlawan. Seiring pemkot telah membangun PSC dan Pahlawan Business Center (PBC) sebelumnya. ‘’Ini semakin melengkapi kawasan wisata di Jalan Pahlawan,’’ ujarnya.
Trotoar dan pelataran PRC berbahan keramik di bagian luar dan dalam. Pun, telah dipasang 16 tiang lampu artistik serta dua membran konvertibel atau payung raksasa. Selain itu, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat memperbaiki fisik musala yang berbentuk replika Kakbah.
‘’Musala Kakbah semakin cantik. Bisa untuk manasik haji. Minggu depan sudah ada travel haji yang berminat menggunakan fasilitas ini,’’ ungkapnya.
Pun, Maidi berencana menanam pohon kurma di kawasan PRC. Itu untuk melengkapi konsep wisata religi ala Tanah Suci. Sehingga, tak mau setengah hati dan harus all-out. Dia mematok target seluruhnya rampung sebelum peresmian. ‘’Insya Allah 26 Oktober akan diresmikan menteri agama sekaligus melantik 104 dai cilik Kota Madiun,’’ sebutnya.
Menurut dia, luas Kota Madiun yang hanya 33,23 kilometer persegi butuh sentuhan penataan. Pasalnya, kota yang menjadi window display Jatim bagian barat ini tidak memiliki sumber daya alam (SDA).
Sehingga, butuh inovasi dari aspek pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian daerah. Termasuk pembangunan PSC, PBC dan PRC. ‘’Semoga ini akan mampu meningkatkan destinasi wisata di kota kita. Meski tidak punya SDA seperti daerah lain. SDA buatan ini tidak kalah indah,’’ harapnya. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto