Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tekan Inflasi, Pemkot Madiun Manfaatkan Lahan Tidur untuk Ditanami Cabai Rawit

Hengky Ristanto • Jumat, 21 Oktober 2022 | 17:21 WIB
ANTISIPASI INFLASI: Wali Kota Madiun Maidi memanfaatkan lahan tidur di selatan rusunawa II, Nambangan Lor, Manguharjo untuk budi daya cabai rawit. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
ANTISIPASI INFLASI: Wali Kota Madiun Maidi memanfaatkan lahan tidur di selatan rusunawa II, Nambangan Lor, Manguharjo untuk budi daya cabai rawit. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bukan sekadar wacana. Pemkot Madiun benar-benar membangunkan lahan tidur. Salah satunya memanfaatkan lahan di sebelah selatan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II, Nambangan Lor, Manguharjo. Aset pemkot itu, kini telah menjadi lahan pertanian.


Pemanfaatan lahan tidur ini juga sebagai bentuk antisipasi potensi inflasi. Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ‘’Kita kuatkan ketahanan pangan di kota kita. Selain itu, kami juga berikan bibit cabai dan tanaman produktif lainnya untuk masyarakat,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat (21/10).


Komoditas prioritas yang ditanam adalah cabai rawit. Pemkot menyediakan puluhan ribu bibit cabai untuk ditanam di lahan dekat rusunawa II itu. Warga juga dapat memperoleh bibit cabai gratis dengan syarat ditanam di wilayah kota.


‘’Cabai rawit salah satu komoditas yang sering memicu inflasi. Kami masifkan penanamannya untuk mencukupi kebutuhan warga kota ini. Termasuk para pelaku usaha pecel,’’ ujarnya.


Menurut Maidi, cabai merupakan bahan baku penting sambal pecel. Pun, pecel sudah menjadi kuliner khas Kota Madiun. Sehingga, kebutuhan cabai rawit cukup tinggi di kota ini. Sedangkan pasokannya sejauh ini hanya mengandalkan dari Magetan.


Karena itu, penting mencari jalan keluar persoalan kelangkaan. Rencananya, selain cabai rawit, lahan tersebut juga ditanami komoditas pertanian lainnya. ‘’Jika stok cabai rawit mencukupi, diganti komoditas pertanian lain. Semua akan diatur. Karena deflasi juga tidak baik,’’ ungkapnya.


Maidi juga mengampanyekan pemberdayaan lahan pekarangan rumah dan sekolah agar lebih produktif. Pun, telah membagikan bibit komoditas pangan cuma-cuma. Mulai bibit cabai, terong, tomat, hingga sawi.


‘’Untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan, warga mulai anak sekolah hingga lansia harus mampu memproduksi mandiri. Minimal dapat mencukupi kebutuhan masing-maisng,’’ pintanya.


Maidi menambahkan, penanaman karakter mandiri sejak dini kepada siswa agar gemar bercocok tanam di sekolah cukup penting. Sebab, apa yang diajarkan semasa sekolah bakal menjadi pembiasaan kelak jika mereka dewasa. Pun, siswa bakal menjadi agen yang dapat mengajak keluarga dan masyarakat di lingkungannya membangun lahan produktif.


‘’Siswa dapat memanfaatkan lahan di sekolah sebagai media menanam tanaman untuk konsumsi setiap hari. Sehingga, pembiasaan yang terus dilakukan di sekolah bakal terbawa sampai di rumah,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#cabai rawit #lahan tidur #lahan pertanian #tekan inflasi #Pemkot Madiun