Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Keluhkan Lapak Pasar Darurat, Pedagang Sembako Ingin Kembali ke Pasar Dungus

Hengky Ristanto • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 14:53 WIB
(ILUSTRASI/DOK JAWA POS RADAR MADIUN)
(ILUSTRASI/DOK JAWA POS RADAR MADIUN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah pedagang meracang sambat setelah boyongan ke pasar darurat. Mereka kehilangan pembeli karena mendapat lapak yang tersembunyi.

‘’Dagangan tidak laku karena ditempatkan di paling belakang dan jauh dari los sayur-mayur,’’ kata Riki Candra, salah seorang pedagang meracang, Jumat (28/10).

Pasar darurat beroperasi hampir sepekan. Selama itu, 15 pedagang meracang kehilangan pelanggan. Menurut mereka, karenak pembagian tempat dagang kurang tepat.

Sejatinya, para pedagang meracang berharap lokasi berdekatan dengan pedagang sayur-mayur. Sebab, dua jenis dagangan tersebut ibarat satu paket belanja. ‘’Para pedagang meracang di los paling belakang dekat pedagang kain dan gerabah,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun mengklaim pembagian kios-los di pasar darurat berdasarkan kesepakatan bersama para pedagang. Terkait hal tersebut, Candra membantah. ‘’Pembagian itu sepihak. Pedagang meracang tidak diajak rembugan,’’ sergahnya.

Di sisi lain para pedagang meracang bersyukur atas upaya pemkab mefasilitasi pasar darurat. Pun, tidak mengeluhkan kondisi bangunan. Termasuk, lanjut dia, perihal luas tempat berjualan.

‘’Kami cuma ingin didekatkan dengan pedagang sayur-mayur. Kalau tidak ada solusi, lebih baik kembali ke pasar lama lagi,’’ tuturnya.

Terpisah, Kepala Pasar Dungus Sumardi mengatakan belum ada solusi terkait masalah belasan pedagang meracang itu. Sebab pembangunan pasar darurat belum 100 persen rampung. Solusi, lanjut dia, menunggu kalau pekerjaan benar-benar selesai.

‘’Soal pembagian tempat, tidak benar itu kalau pedagang meracang tidak dilibatkan. Memang tidak semua, tapi perwakilan,’’ jelas Sumardi. (den/sat) Editor : Hengky Ristanto
#pedagang Pasar Dungus #pedagang sembako #pedagang #Pemkab Madiun #Pasar Dungus #pasar darurat