‘’Lapak Pesona terintegrasi dengan wisata tematik Kampung Pesona,’’ ujar Lurah Madiun Lor Tri Mardiana.
Lapak Pesona tak pernah sepi pengunjung. Pasalnya, lokasinya sangat strategis lantaran berada di antara kawasan perkantoran, industri, dan rumah sakit. Selain itu, pihak pengelola lapak juga menerapkan standar yang ketat.
‘’Ada pengecekan kualitas rasa secara berkala, selain itu produk setiap pedagang juga tidak boleh sama,’’ terangnya.
Di Lapak Pesona, terdapat delapan pedagang yang berjualan. Mereka berjualan dari pagi sampai malam. Selain nasi pecel yang tentunya wajib ada, di lapak tersebut pengunjung juga bisa menikmati soto Makassar, rujak, gado-gado, dan aneka menu kuliner nusantara lain. ‘’Lapak Pesona juga menyediakan fasilitas internet grafis bagi pengunjung,’’ kata Mardiana.
Pedagang di Lapak Pesona mendulang Rp 40 juta per bulan. Pendapatan kotor tersebut dipangkas sepuluh persen untuk biaya pemeliharaan serta upah bagi pramusaji dan pelayan yang bekerja di lapak.
‘’Lapak Pesona dijamin higienitasnya. Terbukti kami lolos hingga tingkat provinsi pada lomba higienitas makanan dan ketahanan pangan,’’ tuturnya.(tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto