Lurah Pandean Wahyu Puspitosari menjelaskan, Simande merupakan singkatan dari simpang lima bunderan/bundaran. Di lapak UMKM ini, terdapat 28 pedagang yang berjualan. ‘’Sif berjualan dibagi pagi dan sore,’’ ujarnya.
Sajian kulinernya macam-macam. Dari bandrek coklat, nasi ayam geprek, nasi pecel, soto, kopi, dan aneka gorengan. ‘’Omzet pedagang per hari mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu,’’ terangnya.
Lapak Simande kian ramai tiap akhir pekan. Pengunjung bakal dihibur live music yang diiisi oleh bakat-bakat lokal. ‘’Kami juga mendorong warga untuk menggelar kegiatan di lapak,’’ kata Wahyu.
Fasilitas Lapak Simande juga terbilang lengkap. Selain memiliki musala, metode pembayaran di lapak ini juga sudah menerapkan quick response code Indonesian standard (QRIS). Dengan begitu, pengunjung bisa lebih mudah dalam bertransaksi. ‘’Semoga semakin banyak warga yang berkunjung Lapak Simande,’’ tuturnya. (tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto