Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warga Kota Madiun Berjuang Melestarikan Wayang Orang

Hengky Ristanto • Minggu, 6 November 2022 | 02:09 WIB
KESENIAN LOKAL: Warga Kelurahan Pandean berusaha nguri-uri kesenian wayang orang. (BAYU SANJOYO FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
KESENIAN LOKAL: Warga Kelurahan Pandean berusaha nguri-uri kesenian wayang orang. (BAYU SANJOYO FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesenian tradisional harus terus dilestarikan. Jika tidak, bakal semakin tergerus budaya global. Menyadari pentingnya hal itu, sejumlah warga di Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, berupaya terus melestarikan kesenian wayang wong atau wayang orang.

Pelestarian kesenian tersebut di Pandean dimotori oleh sanggar Setyo Budoyo. Sejak 1980, Pandean sudah dikenal sebagai pusatnya pertunjukan wayang orang. Bayu Sanjoyo, sosok di balik Setyo Budoyo, berusaha menjaga predikat itu sampai sekarang. ‘’Kami ingin agar wayang orang bisa terus bertahan,’’ ujarnya.

Menurut Bayu, kesenian wayang orang kini menghadapi sejumlah tantangan. Pemain wayang orang harus bisa menari dan bernyanyi. Orang dengan keahlian tersebut tentu kini semakin langka. Terlebih, wayang orang butuh banyak pemain. ‘’Sekali pentas butuh 15 pemain. Itu belum termasuk penabuh, dalang dan lain-lain,’’ kata Bayu.

Lurah Pandean Wahyu Puspitosari berharap wayang orang terus lestari di kelurahan yang dia pimpin. Dia mengajak para generasi muda untuk belajar kesenian tersebut. ‘’Generasi muda harus ikut mencintai wayang orang, karena merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah,’’ tuturnya. (tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto
#kesenian tradisional #kesenian daerah #melestarikan budaya #kesenian #wayang orang