Bangunan masjid bersejarah yang bersanding dengan lapak usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) Donopuran ini dirombak. Pembatas pagar antara masjid dengan lapak ditiadakan. ‘’Akan kami ratakan. Karena sering ketika ada kegiatan masjid space-nya kurang,’’ ujarnya.
Menurut Dewi, perombakan ini sekaligus revitalisasi saluran air di bawah pagar pembatas. Sebab, fungsinya dinilai kurang normal. ‘’Pembuangan air dan limbah tidak berjalan dengan lancar. Kami perluas saluran air ini agar bisa berjalan tanpa hambatan,’’ ungkapnya.
Di kompleks Masjid Kuno Taman akan ditanami lima batang pohon kurma. Tepatnya, di pinggir jalan. Pun, disela-selanya akan ditanami aneka bunga. ‘’Kami perbarui pagar tembok di pinggir jalan. Masjid akan lebih estetik jika ditambah pohon dan bunga-bunga,’’ tuturnya.
Menurut dia, proyek senilai Rp 272 juta dari APBD 2022 ini ditargetkan selesai sebelum akhir November. Pemaksimalan juga akan mengarah ke lapak Donopuran dengan peninggian level tempat makan. Pun, penambahan tempat parkir khusus sepeda. ‘’Agar wisatawan bisa menikmati keindahan bangunan Masjid Kuno Taman,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto