‘’Kami berharap pemerintah lebih peduli terhadap pelestarian seni tradisional seperti gamelan,’’ ujar Sulistiya Winardi, ketua sanggar Sulistyo Laras.
Sulistyo Laras menggelar kegiatan setiap Senin malam, dari 19.30 hingga 22.30. Pesertanya mayoritas warga setempat. Dalam acara tertentu, kesenian tersebut diberi kesempatan untuk pentas.
Winardi berharap, kesenian yang coba dilestarikan warga Ngegong tersebut juga diberi kesempatan pemerintah untuk tampil di acara yang lebih besar. ‘’Bantuan tidak hanya berupa dana. Tapi juga dengan mengundang di acara resmi,’’ terangnya. ‘’Seperti itu sudah cukup membahagiakan,’’ imbuhnya.
Winardi dan warga Ngegong lain punya niatan yang sama. Mereka ingin agar gamelan tetap lestari di tengah derasnya arus budaya global. Terutama di kalangan generasi muda. ‘’Kami juga berharap kesenian gamelan bisa masuk ke dalam materi pembelajaran di sekolah,’’ tuturnya.
Lurah Ngegong Oktariansyah mengatakan, gamelan merupakan bagian dari jati diri daerah. Atas alasan itu, pihaknya menetapkan gamelan sebagai kesenian unggulan di Ngegong. ‘’Kita wajib menjaga agar gamelan tetap lestari sampai kapanpun,’’ kata Oktariansyah.(tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto