Kasi Haji dan Umrah, Kementrian Agama (Kemenag) Kota Madiun Khoirul Kamami menyebutkan, jika mengacu kuota haji Jawa Timur sebanyak 230 ribu, tingkat keberangkatan hanya menyentuh angka 56 persen.
‘’Tapi, kalau kuota sudah normal 100 persen, waktu tunggunya hanya 35-40 tahun,’’ ujarnya, Selasa (8/11).
Khoirul mencontohkan kuota normal pada 2018 lalu. Kala itu, kuota tercatat sebanyak 231 ribu calon haji. Semuanya diberangkatkan. Perinciannya, 220 ribu orang jalur reguler dan 11 ribu haji plus.
‘’Dulu saat belum ada pandemi korona, pendaftar haji dalam sehari bisa enam sampai tujuh orang. Saat pandemi turun jadi hanya tiga sampai empat orang,’’ bebernya.
Lamanya waktu tunggu, kata dia, membuat sejumlah calon jamaah memilih beralih mendaftarkan diri mengikuti ibadah umrah. ‘’Estimasi keberangkatan itu tergantung kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait kuota haji,’’ tuturnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto