Terbaru, lahan tersebut mampu menghasilkan panen sebanyak 3,6 ton. ‘’Melihat hasilnya, kami optimistis mampu memenuhi permintaan pasar setiap pekan,’’ kata Wali Kota Maidi, Kamis (17/11).
Maidi menjelaskan, sebanyak 3,6 ton melon golden itu dihasilkan dari 1.800 lubang tanam di tiga greenhouse seluas 700 meter persegi. Pun, masa panen melon berkualitas premium tersebut terbilang cepat. Yakni, hanya sekitar 70 hari. ‘’Hasil panen bisa langsung dipasarkan oleh pihak ketiga selaku off-taker,’’ imbuhnya.
Dia mengatakan, pihaknya bakal membangun sekitar 10 greenhouse baru agar hasil produksi semakin bertambah. Alasannya, pangsa pasar melon golden masih terbuka lebar.
‘’Perencanaannya sudah kami pikirkan matang-matang. Termasuk kajian pemasaran hasil produksi,’’ ujarnya seraya menyebutkan bahwa harga melon golden saat ini mencapai Rp 17 ribu per kilogram.
Maidi menambahkan, Ngrowo Bening Edupark yang semula berupa lahan kosong kini telah menjelma menjadi kawasan ikonik. Selain menyuguhkan wisata edukasi, lanjut dia, juga difungsikan sebagai paru-paru kota. Pun, dikembangkan menjadi lahan pertanian sejumlah komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Selain melon golden, di lokasi tersebut ada budi daya madu dan porang. ‘’Fungsi Ngrowo Bening terus kami maksimalkan tanpa mengurangi keasriannya,’’ pungkas Maidi. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto