Jumat (25/11), tiga nama pegawai negeri sipil (PNS) dalam jabatan administrator resmi diangkat. ‘’Mutasi dan rotasi kali ini juga dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan program visi dan misi wali kota. Salah satunya, pengadaan laptop di dinas pendidikan (dindik) tahun depan,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto.
Dua dari tiga PNS itu akan mengisi kursi jabatan kepala bidang (kabid) di dindik. Yakni, Henrykus Titis Sunarno sebagai kabid guru dan tenaga kependidikan. Kusnadi menjadi kabid pengelolaan pendidikan anak usia dini, nonformal, dan pendidikan dasar.
Sedangkan satu nama lainnya, Nur Sutjiati sebagai kabid kearsipan di dinas perpustakaan dan kearsipan. ‘’Pengadaan laptop tahun depan mulai sekarang harus sudah disiapkan,’’ jelasnya.
Menurut Soeko, merealisasikan pengadaan laptop tak semudah membalikkan telapak tangan. Pun kegagalan pengadaan sebelumnya dianggap sebagai utang yang harus dibayar lunas tahun depan. Sehingga, pengadaan kali ini harus gol. ‘’Sebisa mungkin, sekarang mulai berproses. Jadi, program bisa jalan awal tahun depan,’’ tuturnya.
Direncanakan, total pengadaan sebanyak 9.400 unit dengan harga satuan sekitar Rp 5,5 juta. Pemkot telah menyediakan anggaran total Rp 53,2 miliar dalam APBD 2023.
Soal spesifikasi (spek)-nya, bakal lebih bagus dibanding pengadaan yang gagal sebelumnya. Pun, tanpa mengesampingkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)-nya. ‘’Salah satu program strategis wali kota semaksimal mungkin dipercepat,’’ pintanya.
Sekadar diketahui, kelak ribuan unit laptop itu bakal didistribusikan ke sejumlah SD-SMP negeri di kota ini. Perinciannya, 1.753 unit untuk kelas IV dan 1.847 unit untuk kelas V. Kemudian, 2.709 unit untuk kelas VII dan 2.739 untuk kelas VIII. Lalu, 173 unit untuk guru kelas IV dan VII. Sedangkan guru kelas VI dan VIII sebanyak 179 unit. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto