‘’Anggaran sudah disiapkan. Jangan sampai kegiatan belajar-mengajar siswa terganggu karena program ini tidak terlaksana,’’ tegas Maidi, Selasa (29/11).
Maidi mafhum merealisasikan pengadaan laptop tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi tahun depan jumlahnya lebih banyak atau nyaris dua kali lipat dari pengadaan sebelumnya yang gagal.
Pun, secara mekanisme perlu didampingi aparat penegak hukum (APH) agar pengadaan berjalan sesuai rencana serta tak menabrak aturan. ‘’Karena barang cukup banyak, dari awal saya ingatkan pejabat yang berkaitan untuk segera rapat dan koordinasi,’’ katanya.
Maidi menyebutkan, total pengadaan sebanyak 9.400 unit dengan harga satuan sekitar Rp 5,5 juta. Pemkot telah menyediakan anggaran total Rp 53,2 miliar. Soal spesifikasi (spek)-nya, Maidi mengklaim kualitas dan kemampuan komputer jinjing itu bakal lebih bagus dibanding pengadaan yang gagal tahun lalu.
Pun, tanpa mengesampingkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)-nya. ‘’Jadi, prinsipnya ada barang ada uang. Saya tidak mau barang yang datang tidak sesuai pesanan,’’ ujarnya.
Ribuan unit laptop itu bakal didistribusikan ke SD-SMP negeri di kota ini. Perinciannya, 1.753 unit untuk kelas IV dan 1.847 unit untuk kelas V. Kemudian, 2.709 unit untuk kelas VII dan 2.739 untuk kelas VIII. Lalu, 173 unit untuk guru kelas IV dan VII. Sedangkan guru kelas VI dan VIII sebanyak 179 unit.
‘’Kami punya utang tahun ini. Sehingga, insya Allah tahun depan akan kami selesaikan. Saya optimistis pengadaan kali ini terealisasi. Itu harus,’’ ucapnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto