‘’Progresnya sudah 50 persen,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto, Sabtu (3/12).
Permak meliputi pembangunan planter yang nantinya bakal menjadi wadah tanaman hias. ‘’Pemugaran ini selaras dengan penataan PSC (Pahlawan Street Center). Agar lebih indah dan menyesuaikan gapura kembar mayang di sisi selatannya,’’ ujarnya.
Totok menyebutkan, pemugaran tanpa menghilangkan patung penjual-pembeli pecel. Bahkan, bangunan pelengkapnya tersebut bakal dibalut kuningan agar lebih artistik atau bernilai seni. Pun, penanaman tanaman hias bakal menyempurnakannya. ‘’Patungnya tetap ada, hanya bangunan pelengkapnya yang kami benahi,’’ sebutnya.
Dia menambahkan, butuh waktu sekitar 30 hari untuk merampungkan pekerjaan tersebut. Patungnya juga bakal dipoles kembali karena warnaya sudah kusam. ‘’Perlu dipercantik karena berada di pintu masuk kawasan PSC. Menyesuaikan penataan lainnya,’’ ungkapnya.
Bahkan, gapura kembar mayang di sebelah selatan patung ini juga bakal disempurnakan. Namun, pekerjaan tersebut bukan ranah disperkim. Melainkan corporate social responsibility (CSR). Sebab, pengadaan gapura tersebut murni dari pihak ketiga. ‘’Jadi, semua yang ada d PSC disempurnakan,’’ bebernya.
Menurut dia, upaya mempercantik kota itu untuk menambah daya pikat wisatawan. Sehingga otomatis, akan berdampak luas pada sektor lainnya. Termasuk, ekonomi yang ikut terangkat. ‘’Sesuai arahan wali kota. Kami akan terus berupaya mempercantik kota ini,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto