Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Satu dari 10.109 KPM di Kota Madiun Tolak Terima Bansos

Hengky Ristanto • Sabtu, 17 Desember 2022 | 02:07 WIB
KOMPENSASI: Sejumlah warga Kota Madiun saat mengambil BSU di kantor kelurahan beberapa waktu lalu. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOMPENSASI: Sejumlah warga Kota Madiun saat mengambil BSU di kantor kelurahan beberapa waktu lalu. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Masih terkait upaya pengentasan kemiskinan. Penyaluran BLT BBM tahap kedua, bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) di Kota Madiun mendekati batas akhir. Pihak kantor Pos Madiun telah meyalurkan bertahap di 27 kelurahan.

‘’Sejauh ini penyaluran bantuan sosial (bansos) 3in1 di Kota Madiun telah mencapai 98,69 persen terhitung sejak periode 13 Desember 2022,’’ kata Manajer Penjualan, Bisnis dan Jasa Keuangan PT POS Indonesia KCU Madiun Singgih Pramuda Trisnanto, Kamis (15/12).

Menurut dia, jumlah penerima bansos masih bisa bertambah setiap hari meski tidak signifikan. Berdasarkan data terkini, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Madiun mencapai 10.109 kepala keluarga (KK).

Hingga kini tinggal tersisa 132 KPM yang belum menerima bansos. ‘’Sejumlah 9.977 KPM sudah kami capai dengan berbagai cara. Mulai kunjungan langsung ke kantor kelurahan hingga door-to-door atau ke rrumah yang bersangkutan,’’ ungkapnya.

Singgih menambahkan, penyaluran ditargetkan selesai sebelum pergantian tahun 2023. Adapun KPM yang belum mengambil bansos karena tidak ada di tempat atau di luar Kota. Selain itu, beberapa penerima sudah meninggal duni.

‘’KPM yang sudah meninggal jika bukan KK tunggal bisa diwariskan ke salah seorang anggota keluarga dalam KK tersebut,’’ ujarnya.

Karena itu, pihaknya hanya mengandalkan satu orang petugas untuk penyaluran door-to-door. Jika, KPM tidak bisa ditemui, dana akan dikembalikan ke pemerintah pusat.

‘’Kalau KPM menolak akan kami lengkapi dengan status gagal bayar dan dana dikembalikan ke pusat. Sejauh ini, satu orang yang menolak,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto
#PT Pos Indonesia #penanganan kemiskinan #penyaluran bansos #kpm #bansos