‘’Tinggal finishing yang harus kami hentikan dulu,’’ kata Kabid Pengelola Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Aang Marhaendra Budiono, Senin (26/12).
Itu terpaksa dilakukan lantaran ada penambahan volume pekerjaan. Sehingga, butuh penambahan material. Akibatnya, anggaran yang telah direncanakan harus disesuaikan.
‘’Volumenya ditambah, pekerjaan existing kami kurangi. Sehingga ada pekerjaan tambah dan kurang. Yang kami kurangi di finishing atau pengecatan,’’ ujarnya.
Menurut Aang, anggaran Rp 199 juta ini dimaksimalkan untuk fisik bangunan. Sehingga, tinggal finishing dan pemasangan mesin pengolah sampah 3R. ‘’Untuk mesinnya sudah kami uji coba di lokasi. Namun warga sekitar protes karena suara bising. Sebab, mesinnya menggunakan diesel,’’ ungkapnya.
Karena itu, proses finishing dan pemasangan mesin akan dilanjutnkan 2023. Sementara ini, TPS 3R tersebut hanya untuk menempatkan tiga kontainer dan gerobak sampah. Sedangkan, sampah akan dikelola secara manual sebelum mesin 3R terpasang.
Bangunan seluas 17x12 meter itu akan dikonsep sama dengan TPS 3R Jalan Meyjend Sungkono. Jika TPS 3R dioperasikan pihaknya akan membuat ruang khusus untuk diesel agar suara tidak mengganggu lingkungan sekitar.
‘’Kami harap TPS 3R tidak mendapat penolakan dari warga sekitar. Sehingga, kami bisa membantu mengurangi sampah di lingkungan,’’ pintanya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto