Luas lahan panen padi turun berkisar 55,46 hektare atau sekitar 2,49 persen. Dari 2.229,49 hektare tahun lalu menjadi 2.174,03 hektare tahun ini. ‘’Survei kami memperoleh data yang menunjukkan penurunan luas lahan panen padi di Kota Madiun,’’ ujarnya.
Menurut Dwi, penurunan juga terjadi pada produksi padi. Pada 2021 lalu 13,5 ribu ton. Sedangkan, tahun ini turun sekitar 14,22 persen atau 1,92 ribu ton. ‘’Jika di akumulasikan, produksi padi 2022 ini hanya sekitar 11,6 ribu ton setahun,’’ ungkapnya.
Luas lahan panen, lanjut dia, berbanding lurus dengan produksi padi. Pun, hasil produksi beras juga otomatis turun. Catatan BPS, produksi beras yang semula berkisar 7,7 ribu ton (2021), tahun ini menjadi 6,69 ribu ton. ‘’Penurunannya cukup signifikan. Yakni, 1,11 ribu ton beras dalam setahun,’’ bebernya.
Dwi berharap potensi luas lahan panen dijaga agar tidak semakin turun pada 2023 nanti. Seiring cuaca tidak menentu yang berpotensi menyebabkan gagal panen. ‘’Saya kira para petani lebih paham cara mempertahankan hasil padinya di tengah cuaca saat ini dan ke depan,’’ pungkasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto