Erik Anawati, misalnya. Warga Kelurahan Demangan, Taman, itu membuka lapak di pasar malam kawasan bundaran Taman Praja sejak 22 Desember 2022 lalu. Hasilnya, dalam sehari puluhan latto-latto terjual dari lapaknya.
‘’Sehari laku tiga sampai lima lusin. Pertama jualan, tiga jam sudah habis,’’ ujarnya, Sabtu (7/1).
Erik menawarkan tiga macam latto-latto. Yakni, jenis biasa yang dibanderol dengan harga Rp 10 ribu, bisa menyala yang harganya Rp 18 ribu, serta latto-latto yang dilengkapi pegangan tangan dengan harga Rp 25 ribu. ‘’Yang beli mulai anak-anak sampai orang tua,’’ sebutnya.
Meski dagangannya laris manis, Erik memastikan tidak selamanya bakal berjualan latto-latto. Pasalnya, tren jenis permainan yang tengah viral itu diprediksi hanya bertahan sekitar tiga bulan. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto