Tak heran permintaan STB terus melonjak. Tepatnya sejak ASO diberlakukan 2 November 2022 lalu. ‘’Ada yang ketika mendengar informasi langsung berburu STB. Ada juga yang biasa saja karena sudah berlangganan TV kabel,’’ kata Nur Wachid, salah seorang pemilik toko peralatan elektronik, Minggu (8/1).
Menurut dia, lonjakan peremintaan STB sempat terjadi beberapa bulan lalu. Yakni, ketika siaran analog mulai dimatikan di wilayah Jawa Tengah.
‘’Sebenarnya saya men-display sudah sejak muncul isu siaran analog dimatikan. Namun, mulai ramai ketika diberlakukan di Jawa Tengah. Sehari saya bisa menjual 15 unit,’’ ungkapnya.
Harga per unit STB awalnya di bawah Rp 200 ribu. Namun, seiring meningkatnya peremintaan, saat ini harganya lebih dari Rp 300 ribu per unit tergantung mereknya. ‘’Kalau kualitasnya bagus lebih mahal. Di Kota Madiun umumnya memilih kualitas tinggi,’’ ujarnya.
Sempat panic buying beberapa bulan lalu, saat ini penjualan mulai melandai. Dalam sebulan, rata-rata hanya 30 unit terjual. Pun, pembeli terbanyak warga luar Kota Madiun. ‘’Banyak warga Kota Madiun yang justru tidak membeli karena sudah berlangganan TV kabel,’’ bebernya.
Wachid menambahkan semakin tinggi harga STB membuatnya tak berani kulakan dalam partai besar. Selain khawatir harga sewaktu-waktu turun, juga waswas konsumen enggan membeli jika harga terlampau tinggi.
‘’Selain itu pembelian hanya satu kali. STB ini tidak bisa untuk repeat order karena sekali beli untuk selamanya. Kecuali rusak dan harus ganti baru,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto