‘’Kami cek mulai dari kantor bakorwil hingga balai kota. Ini salah satu warisan yang luar biasa,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (9/1).
Menurut informasi, lanjut Maidi, sejumlah lorong bawah tanah tersebut terhubung ke sejumlah titik di kota ini. Yakni, hingga ke simpang empat Tugu 0 Kilometer Kota Madiun. Namun, itu masih sebatas dugaan.
‘’Pembangunan Kota Madiun tempo dulu tak lepas dari keberadaan Belanda. Kami yakin ada arsip atau peta yang menunjukkan wujud nyata lorong ini. Akan kami telusuri ke sana (Belanda, Red),’’ ujarnya.
Maidi menilai temuan terowongan tersebut merupakan aset yang sangat berharga. Salah satunya, berpotensi menjadi daya tarik wisata edukasi sejarah.
Pun, jika benar ada, pihaknya tak segan mempercantik warisan sejarah tersebut. ‘’Kota Madiun kaya potensi. Kami akan mencari data selengkap mungkin,’’ janjinya.
Upaya pencarian lorong peninggalan Belanda tersebut tak sekadar untuk dieksploitasi. Melainkan bakal dijaga serta dirawat. Pun bakal dijadikan edukasi untuk generasi selanjutnya. ‘’Semua potensi wajib dioptimalkan. Ini menjadi daya tarik Kota Madiun,’’ yakinnya.
Jika arsip tak ditemukan, pihaknya bakal menggandeng ahli untuk membantu menelusuri lorong tersebut. Selain itu, juga menggali sejarah keberadaan dan fungsinya.
‘’Kami mulai membentuk tim untuk membantu menelusuri lorong ini. Kalau memang harus ke Belanda akan berangkat,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto