‘’Pondok lansia sudah lelang akhir tahun lalu,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (12/1).
Di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Madiun, tender resmi dibuka per 6 Desember 2022 lalu. Tercatat 86 rekanan mengikuti lelang pekerjaan konstruksi dengan nilai pagu Rp 10 miliar itu. Empat di antaranya mengajukan penawaran Rp 9 miliar hingga Rp 9,4 miliar.
‘’Kami masih mencari pelaksana yang berpengalaman. Karena ini proyek besar,’’ ujarnya.
Sebab, dia menargetkan proyek pembangunan pondok lansia cepat rampung. Namun, tanpa mengesampingkan kualitas. Rekanan berpengamalan dengan kualitas yang terbukti memuaskan bakal menjadi poin plus.
‘’Kalau ada kontraktor yang belum pernah mengerjakan proyek besar, nanti dulu. Saya tidak ingin ada kerugian negara dan spek (spesifikasi) bangunannya,’’ ungkapnya.
Menurut Maidi, pembangunan pondok lansia bukan semata perhatian pada kelompok tersebut. Hasil analisa, tidak sedikit keluarga lansia yang seharusnya produktif menjadi tidak produktif lantaran merawat keluarganya. Sehingga, problem tersebut harus segera diselesaikan.
‘’Akhir Februari pembangunan harus mulai jalan. Saya tidak ingin proyek ini molor,’’ tegasnya.
Pemkot menggelontorkan duit Rp 15 miliar dari APBD 2023 untuk pembangunan pondok lansia. Perinciannya, Rp 2,5 miliar untuk pematangan lahan. Kemudian, Rp 9 miliar pembangunan gedung pondok. Lalu, Rp 3,5 miliar untuk pembangunan masjid pondok lansia. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto