Saat ini proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut tengah berproses. Diperkirakan rampung November mendatang. ‘’Kalau menunggu rusun selesai, waktunya tidak nutut,’’ kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi kemarin (9/2).
Sehingga, lanjut dia, proyek pembangunan fasilitas umum (fasum) tersebut berpotensi gagal direalisasikan pada 2023 ini. Menurut dia, pembangunan pasar loak tak cukup satu-dua bulan. Sehingga, kemungkinan direalisasikan 2024. ‘’Harus menunggu pembangunan rusun III selesai agar kegiatan tidak saling terganggu,’’ ujarnya.
Uut, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa paket proyek pasar loak itu sejatinya telah masuk APBD 2023. Proyek tersebut dijatah anggaran sekitar Rp 500 juta. Keberadaannya untuk mengoptimalkan manfaat kawasan bongpay. ‘’Sudah masuk APBD 2023. Mungkin bisa direalisasikan tahun depan,’’ imbuhnya.
Terpisah, Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono menyebutkan, pihaknya tengah menyiapkan lahan bakal pasar loak tersebut. Yakni, di sebelah utara rusun III. Mulai pemindahan makam hingga pengurukan. ‘’Pemindahan di sisi utara rusun III akan kami prioritaskan lebih dulu karena ada rencana atau kegiatan DPUPR,’’ sebutnya.
Di sisi lain, pemindahan massal makam bongpay untuk menyiapkan lahan rencana pembangunan rusun tambahan dari Kemen PUPR direalisasikan. Total luasnya sekitar 15.000 meter persegi. ‘’Kalau prioritas di sisi utara rusun III sekitar 4.000 hingga 5.000 meter persegi,’’ bebernya.
Agung menyebutkan, sekitar 200 lebih makam yang akan dipindahkan ke lahan yang telah disediakan pemkot. Pun, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 350 juta untuk kegiatan tersebut. ‘’Ini hanya masuk paket jasa lainnya. Belum termasuk pengurukan yang masuk paket konstruksi,’’ ungkapnya.
Untuk pengurukan lahan, lanjut Agung, menunggu pemindahan makam tuntas. Artinya, tahun ini juga. Paket jasa konstruksi tersebut dijatah anggaran sekitar Rp 450 juta. ‘’Pemindahan makam kami target sebelum Lebaran rampung. Kalau mendekati selesai, kami lelang pengurukan agar pelaksanaannya dapat paralel,’’ jelas Agung. (ggi/sat)
RENCANA PEMBNGUNAN PASAR LOAK
- Lokasi di lahan bekas bongpay Jalan Hayam Wuruk
- Sudah masuk pos perencanaan di APBD 2023
- Anggaran pembangunannya disediakan Rp 500 juta
- Pelaksanaan menunggu proyek rusun III rampung
- Sisa waktu satu bulan akhir tahun ini dinilai kurang
- Ada kemungkinan direalisasikan pada 2024