Maidi mengatakan, program pembangunan 2024 harus memiliki peran besar dalam mendongkrak perekonomian. Sebab, dia ingin Kota Pendekar menuju kota entrepreneur. Artinya, semua pembangunan harus memiliki nilai jual. ‘’Pembangunan yang sekiranya tidak memiliki nilai jual dapat diminimalkan. Sebab, semua pembangunan di kota kita wajib memiliki multieffect (efek berganda),’’ ujarnya.
Salah satu fokusnya, pengembangan kawasan Jalan Pahlawan. Terutama di Pahlawan Businnes Center (PBC). Dia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar dalam mendongkrak perekonomian. Sebab, PBC digadang-gadang menjadi window display Jawa Timur bagian barat. ‘’Semua event besar ada di PBC. Semua orang atau wisatawan berkunjung ke Kota Madiun. Mereka menghabiskan uang untuk belanja di kota kita,’’ ungkapnya.
Pemkot juga bakal menggenjot pemenuhan fasilitas wisata di Kota Pendekar. Di kawasan Sumber Wangi-Sumber Umis, misalnya. Bakal ditambah replika keajaiban dunia. Pun, fasilitas bus wisata untuk memanjakan para wisatawan telah direncanakan. ‘’Tidak ada pembangunan yang pasif atau menghambat ekonomi. Tahun depan, kami mainkan entrepreneur dengan maksimal,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto