Menurut dia, sarang tawon ndhas tersebut sebesar bak sampah ukuran sedang. Letaknya tersembunyi. Pun, rumah tersebut jarang dihuni. ‘’Sebenarnya kami bersihkan setiap hari. Penghuni rumah ini anak saya yang saat ini di luar kota. Sehingga hanya disinggahi seminggu sekali atau sebulan sekali,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menerima laporan sekitar pukul 08.30 dan langsung mendatangi lokasi. Ditemukan sarang lebah berdiameter 80 sentimeter di ujung rumah lantai dua tersebut. ‘’Kami harus ekstrahati-hati. Genteng yang kami pijak cukup licin,’’ tutur Sukarno, petugas BPBD.
Selain mengenakan baju pelindung, petugas juga membawa pemantik api untuk membakar sarang tawon tersebut. Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit. ‘’Kami harap masyarakat waspada. Sebab, dalam waktu dua hingga tiga hari tawon yang lolos masih akan berkeliaran di lingkungan setempat untuk mencari sarangnya,’’ imbaunya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto