‘’Sebanyak 9.400 unit laptop akan kami cek menggunakan sistem,’’ kata Ardian Prima Atmaja, koordinator tim pengecekan laptop dari Politeknik Negeri Madiun (PNM) kemarin (11/3).
Menurut Ardian, pihaknya butuh waktu cukup lama untuk mengecek satu per satu unit laptop. Sebab, pemeriksaan speknya juga harus mengoperasikan ribuan laptop baru tersebut. Mulai, media penyimpanan data atau file, memori, dan sistem operasinya. ‘’Apalagi ini jenis chrombook. Kami harus login (proses akses komputer) pengguna untuk memeriksa OS (operating system)-nya,’’ ujarnya.
Ardian menambahkan, chromebook memiliki sistem pengaman dari Google. Proses pengecekan cukup rumit dibandingkan laptop dengan sistem Windows. Pun, kecepatan internet juga memengaruhi pengecekan. Dia menarget mampu mengecek laptop 600 unit per hari. ‘’Ada sekitar 40 orang yang mengecek. Semoga cepat selesai,’’ harapnya.
Diketahui, pemkot mendatangkan 9.400 laptop untuk program pembelajaran siswa SD-SMP negeri. Ribuan laptop tersebut dibeli dari PT Acer Indonesia. Seluruh laptop jenis Acer Chromebook 311 alias komputer jinjing dengan sisem operasi Chrome OS buatan Google. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto