----------
LANTUNAN merdu ayat suci Alquran terdengar dari dalam Masjid Nur Hidayatullah, Kelurahan Kuncen, Taman. Sementara, beberapa orang tampak membersihkan halaman tempat ibadah yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kuncen itu.
Masjid Nur Hidayatullah merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam tertua di Kota Madiun selain Masjin Kuno Taman. Pun, arsitektur bangunannya kental dengan nuansa Jawa. Pagar dan gapura masjid dari batu bata merah khas bangunan era kerajaan.
Masjid Kuncen didirikan oleh bupati Madiun pertama, Ki Ronggo Jumeno alias Pangeran Timoer yang merupakan keturunan Raden Patah. ‘’Ki Ronggo Jumeno dilantik jadi bupati Madiun pada 18 Juli 1568,’’ kata Muhammad Effendi, ketua takmir Masjid Kuncen.
Masjid Kuncen awalnya berdiri di sisi barat daya bangunan masjid sekarang. Namun, pada 16 November 1590 dipindah ke lokasi saat ini karena dinilai lebih strategis. ‘’Di lokasi lama tersisa satu tempayan batu karena tidak bisa dipindah,’’ kata Effendi.
Sedangkan satu tempayan batu lainnya berhasil dipindahkan ke lokasi masjid baru. Tepatnya di sisi selatan bangunan masjid sebelah pintu makam.
Setiap Ramadan, Masjid Kuncen tak pernah sepi pengunjung. Pun, menjelang Idul Fitri digelar qataman Alquran bersama warga sekitar. ‘’Sehari sebelum Lebaran kami lakukan pembagian zakat fitrah,’’ tutur Effendi sembari menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah merintis perayaan haul masjid. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto